free counters


"TUGAS AKHIR SEMESTER"


Alur

1. Angin sepoi-sepoi hampir menidurkanku

2. Cerita yang sangat membuatku tertarik

3. Firasat-firasat aneh

4. Hati yang gundah karena mimpi

5. Kesetiaan dengan temanku

6. Kecelakaan yang membawa hidupku

7. Kesedihan dan kesendirian didalam alam yang lain

8. Ibu Martokah yang baik

9. Rumah yang sangat indah

10. Teman yang sangat baik tapi menyenangkan

11. Keanehan yang terjadi di alam manusia

12. Kejailan yang sangat lucu

13. Persatuan yang sangat indah

14. Pesta hantu yang menarik

Perkenalkan nama saya Tya jwita mutiara ulami, Saya biasa dipanggil Tya, kisah ini berawal dari.

Hai nama saya Tya Jwita Mutiara aku kelas 8 Smp Negri di kotaku. Angina yang berhembus sepoi-sepoi membuatku semakin belah tiduran di lantai ruang keluargaku. Saat itu aku mendengar suara ayah, ibu dan nenekku sedang berbicara di ruang atas. Aku naik ke atas menghampiri mereka.

“Yah, buk” Kupanggil ayah ibuku.

“Iya ibuk disini” Sahut Ibukku.

“Darimana kamu?” Tanya ayahku.

“tiduran yah” jawbku.

Soal aku bergabung dengan mereka, aku mendengar cerita meraka tentang pemakaman desaku. Yang katanya ayahku itu sering terjadi hal-hal aneh. Tapi aku tidak takut lagi hanya penasaran saja yang ada di dalam hatiku. Ku dengar-dengar ada yang membeli montor di pemakaman itu, dan ada yang mendatangakan sayur- sayuran, yang aneh saat membeli itu alamatnya lengkap, dan uang yang diberikan uang sungguhan. Ingatanku kembali mengingat kejadian dulu kala, soal ada penjual aquarium yang bertanya alamat kerumahku,

“hi….serem” kataku.

Cerita-cerita itu membuatku takut, dan bulu kuduku merinding, akupun keluar ke teras, dan kulihat dari rumahku betapa megah pagar biru yang berdiri tegak diselatan.

“dari atas sini indah sekali pemakaman desaku” Kataku sambil memandangi pemakaman yang terlihat megah dan indah.

Ku b ayangkan dengan penuh tanda tanya ,” kok bias hantu-hantu membeli barang-barang itu?

Kulihat dengan penuh pengamatan yang sangat focus, pagar biru putih yang sangat indah kubayangkan sebagai pagar rumahku yang indah, dan menurutku itu adalah pemakaman yang indah dan pemakaman yang berkelas tinggi.

“tapi kenapa kok aneh..? “ pertanyaan yang belum aku tahu jawabanya.

Saat aku asik berfikir tiba-tiba ayahku memanggilku.

“sini makan dulu” kata ayahku.

“Ah. Ayah nanti aja deh aku masih mikir nih” kataku.

“sok malu, padhal mau’ kata adikku.

“ O.. tidak “kataku.

“Hnzz diam” kata ibu

“kamu mikir apa?” tanya ayahku

“Kok bisa ya pemakaman desa kita seperti itu yah?” tanyaku.

“O jadi kamu mikir itu” kata ayah

“iya” kataku

Lalu ayahkupun menceritakan kalau dulu sudah hampir 50 tahun ada salah satu makam warga yang bernama almarhumah Sarinah, beliau adalah salah satu orang yang terkenal sangat kaya dan angkuh. Beliau meninggal saat umur 29 tahun. Karena sakit. Jelas sekali arwah beliau belum tenang.

“Bagaimana sih yah kok begitu?” tanyaku.

“ya ayah ndak tahu itu rahasia tuhan” kata ayahku.

Malam ini aku tidak bias tidur, aku selalu membayangkan bagaimana aku bias tau sebenarnya, aku berfikir, otakkku selalu bicara dan mengajakku mencaritahu.

“Hem, aku seneng banget” kataku pada adik

“Tumben” kata adik

“Nggak tatau, eh maaf ya” kataku pada adikku.

Aku ketawa dan pergi dari kamar menuju ruang makan bersama ayah dan ibuku yang kebetulan mereka baru pulang dari rumah nenek.

“Yah udah jam 11 malem” kataku

“Kamu belum tidur?” tanya ayah

“Laper” jawabku

“Ibu bikinin mie goreng ya?” kata Ibu.

“Nggak usah buk, ngrepotin aja, aku Cuma mau bilang maafi Tya ya kalau Tya punya salah” kataku.

Akupun berlari ke kamar adik dan tidur dengannya. Sudah pukul 12 malam aku belum tidur, aku masih sms’an dengan cowokku. Ku katakan padanya dengan bahasa yang baik.

“Maafkanlah aku, carilah yang lebih baik dariku jika sudah saatnya nanti”.

Setelah ku tunggu berapa menit sms ku tidak juga dijawab, aku tidur, aku bermimpi melihat bulan dan bi8ntang dengan cowokku dan teman-teman kesayanganku, seneng sekali aku dalam mimpi itu.

Hadiah yang aku terima adalah bunga mawar dan melati yang harum, dalam mimpiku itu adalah hari ulang tahunku. Di dalam mimpi aku memakai baju yang indah sekali dan berwarna putih, serta rambutku saat itu terlihat lurus hitam.

“Tya... Tya” Teriak Ibuku membangunkanku.

Aku pun bangun dan melihat adiku sudah berpakaian rapi dan sudah harus, karena memakai parfum.

“Ayo berangkat”, ajak adikku

“Jam berapa?” tanyaku

“Jam 6 lebih 15 menit” Jawab adikku

Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil baju seragam dan menuju kamar mandi. Aku mandi dengan cepat dan berdandan dengan cepat, karena aku terlalu tergesa gesa aku lupa membawa buku tulis. Sampai di sekolah aku disambut dengan tawaan dengan temanku.

“Hei tumben telat” kata teman sebangkuku.

“Biasa kesiangan cor” kataku dengan seyum

“Hari ini syahdu ya, apalagi tadi malam,...” kata ita

“Benar tadi malam aku juga merasakan itu”kataku dengan menebar senyum.

“Hari ini kan sabtu, akmu acaranya kemana” tanya Ita

“Aku sih dirumah aja nggak keluar” Kata Lia teman sebangkuku

“Aku sih ada misi” kataku

“Apa misimu?” tanya Ita

“Aku mau cari tau tentang pemakaman desaku” kataku

Teman-temankupun diam dan tidak menanggapi kata-kataku

Teman-temankupun tidak setuju denganku. Hem walaupun aku sedikit kecewa namun gak papalah yang penting aku tetap bisa ngehibur teman-temanku. Hari ini aku sangat pengena bertemu dengan cowokku, hari ini aku punya niat ngajak Ita. Hem pelajaran udah selesai, aku hari ini malas ke kantin, aku mau nengokin ruang komposku, yang tak terurus. Maklum sih gua aja ketuanya bodo nggak ngurusin.

“Hehehe” aku ketawa

“Seneng amat loe, pasti ada udang menyelip di batu” kata Ita

“Tau aja loe” kata ku dengan senyum

“Wah gajah makan kawat” sahut Lia

“Hem aku mau bicara hoee...” teriakku

“Hoe di kelas nih bukan sawah” kata Lia

“Gue mau minta maaf ama loe semua ya” kataku sambil berlari ke luar kelas.

Ku dengar mereka berkata aku aneh hari ini, tapi biarin aja deh, di jalan tepat di depan kelas 8 B aku dipanggil oleh Nining orang yang aku benci nggak tau, tiba-tiba dia minta maaf.

“Tya” teriak nining

“Apa lagi loe” kataku

“Sewot amt loe,,Gue cuma mau mi ta maaf ajah” katanya dengan memandangku sejenak dan masuk kelasnya.

Aku berfikir buat apa kura-kura itu minta maaf. Tapi ngak papalah yang penting aku dah ngak musuhan. Aku lanjutin lagi, jalan ku keruang kompos. Sampai di depan pintu kelihata sawi-sawi yanh kelihatan hijau.

“hmm kotor banget” kata dalam hatiku

“mbak Tyaa...? teriak indi

“apa” sahutku

“kumpul ta?” tanyaku

“ia camehere” kataku

Indipun menemani aku membersihkan ruang kompos ini,

“Hmm kok jamkosong?”tanyaku

“pulang pagi” Sahut indi

“Loh way?” tanyaku

“da rapat dinas mbak” sahuut indi

“oh...alhamdulilah deh gue bisa jalan” kataku sambil senyum-senyum

“Hmm hari sabtu jala-jalan”kata indi

“gue gitu” sahutku

Kami membersihka ruang kompos dengan pennuh pengorbanan dan canda tawa. Selesai membersihkan aku langsung berbincang-bincang dengan itu juga aku mengajak mereka ikut, aku bertemu cowokku yaitu Aji. Tapi dia tidak bisa dia pulang sekolah akan les. Tapi alhamdulilah ita bisa ikut. Kami bertigapun pulang dengan penuh canda tawa dan menyanyi-nyanyi tapi diselingi dengan tawaan yang membuat perutku kaku dan sakit.

“Huss di jalan nih peryt gue sakit tau ndengrrin kalian” kaku diselingi dengan tawaan.

“Gue duluan” kata ita sambil menyebrang jalan

“ok” kataku dan dia hampir bersamaan

Akupun meneruskan perjalanank, dan sampai dirumahku sudah ada sales motor, aku kaget

“Tya duluan ya” kata siska

“ia ok sahutku

“Assalamualaikum” kataku saat aku masuk rumah

“buk, siapa yang beli 2 motor” tanyaku

“buat kamu dan adik” sahutnya

Tanpa shutanku dan sahutan adik, adik berlari

“motor satria baru” katanya

“Apa?? Tenakku

Akupun berlari kehalaman tengahku dan mendapati sudah ada montor keinginanku. Aku bersyukur sekali, aku coba montor itu dengan rasa syukkur dan senang, tepat pukul jam 14.00 aku pergi ketempat ita untuk jalan-jalan aku todak memakai montor baru ku. Aku ketemuan dengan pacarku dan mungkin ini pertemuan terakhirku karena filingku tidak enak sekali. Akhirnya aku sampai ketempat ketemuan, kami ketemuan di alun-alun kota.

‘Hoe...”teriak Aji

“wah dia ternyata!”kata ita

“Ia” aku menyahut kata-kata wara

Kamipun berjabat tangan dan bersantai berbincang-bincang bersama-sama

“Sebdirian ya Ji? Tanya ita

“Nggak kok sama kodok?” jawab Aji sambil senyum-senyum

“Kumat” sahutku

“Majsud loe” tanya ita binggung

Akupun serentak tertawa terbahak-bahak dengan Aji

“Napo le semua ketawa?” tanya ita binggung

“Bentar dong, dia masih beli makanan”kata Aji

“Ji tulunngin gue napa?” kata kodok dan belakang kami

“Wah kalian jahat kodok itu Eki ternyata!” kata ita

“Ia emang.”sahut Aji

“Wah ada yang senenng nih” kataku

“Apa sih loe, udah gua mau berduaan nih gua mau jalan-jalan sama ita”

Sahut Eky dengan senyum

“Makanannya gimana nich?” tanya Aji

“Makan ajasendiri”sahutku

“Parah loe” sahutku dengan senyum

Niatku aku mau minta maaf dengan Aji tapi aku binggung bagaimana kalau dia marah. Aku hanya diam aja. Tapi dia malah ngajak ketawa, mgak lama aku di alun-alun kota akupun mancari Eki dan ita. Eh mereka malah jalan-jalan kemana gue ngagak tau, menyedihkan nih mereka berdua gua binggung nyari.

“jie gue capek?” kataku

“kita makan aja ya aku lapar” kata aji

“udah-udah deh aku ngikut” kataku

Enak-enak makan eky dan ita datang, aneh banget mereka memakai baju sama kayak aku sama Aji.

“Beb-beb’ kata ita padaku

“Apaan gua makan nih lapar”kataku

“Baju baru” katanya

“Hidih biarin.”sahut aji

“makan nggak loe mumpung ditraktir my pacar nih?” kataku

“sono pesen nggak sah malu”kata aji

“beneran?” sahhut Eky

“ok gue pesenin aja le\oe lama”kataku

Lagi asik ibu gue nelfon, nanya gue dimana. Hp getar-getar

“halo iduk”kataku

“kamu dimana”tanyna ibuk

“nih sama teman” jawabku

“yaudah jangan pulang malam-malam” jawab ibu dan telfonnyapun langsung dimatikan.

“ta loe dah pamit lom?”tanyaku

“udah kok” sahut Eky

“sapa yang tanya loe?”kataku dengan senyum

“udah te,tante?” kata ita

“yuk foto, kan kembar!” kata aji

“ok gua mau”kataku

“Hem bentar deh caranya?” kata Eky

“ pak-pak tolong fotoin kami donk?” kata aji kepada seoranng pelayan

“oh ya” sahut bapak itu

Seneng-senengnnya foto adzan magribpun berkumandang ajipun segera membayar dan kami segera ke musola untuk solat magrib lalu setelah solat kami nonton dan pulang deh selesai solat kami menuju tempat nonton dan kami juga sempat belanja sandal yang sama, aku juga membawakan sepasang sandal untuk Lia. Akhirnya giliran nonton kami datang, film yang kami tonton lumayan menyeramkan. Aku dan ita duduk diapit oleh 2 cowok. Senang banget bisa nonton bareng sama-sama. Tapi udah malem aji ma eky harus futsal dan aku juga ita harus pulang.Setelah selesai nonto aku dan ita pamiatan pulang duluan, dijalan kami seneng banget,aku bercerita sesuatu kepada ita.

“Gue sedih ts,sedih bsnget’ kstsku

“Lo...kenapa?” tanya ita binggung

“Gue nggak rela,tapi gue takut” kataku

“Jangan nanggis dong, masih dijalan nih”kata ita

“Makasih atas semuanya ya,jangan lupain gue” kataku pada ita

“Ah...elo dramantis banget” kata ita

“Gue nggak tahu gimana?” sahutku

Tanpa ada jawaban dari ita, aku hanya berfikir dan memikirkam kensps hstiku risau, binggung dan nggak tau gimana rasanya. Udah hampir sampai rumah ita.

“Ta,,,kamu anterin sampai sini apa sampai rumah?” tanya ita

“Sampai rumahlah masak dipertigaan sini” kataku

“Udah sampai rumahku beb, nggak mampir?” kata ita

“Udah makacih gue mau beli makanan dulu untuk orang rumah “ kataku

“Oh ya udah” sahutnya

“Aku pulang dulu ya” kataku sambil menstater montor

“OK. Hati-hati ya”teriak ita

Dari rumah ita aku langsung membeli makanan untuk oleh-oleh, aku membeli es buah dan bakso. Aku b erharap adik,ayah, ibuku senabg dengan ini semua.

“Assalamualaikum?” teriakku sambil mengetok pintu rumah

“walaikumsalam” jawab ibuku sambil membuka pintu

“Buk, maaf telat ya tokonya rame”kataku

“Oh,ia nak ngak apa-apa.”kata Ibuku

“Kamu beli apa tanya?” tanya ibu

“Ini Cuma beli makan aja” kataku sambil memberikan tas kresek yang berisi makanan itu.

Abukupun langsung memanggil ayah dan adikkuuntuk makan bersama diruang makan. Senang sekali karena ayah, ibu, dan adikku menyukai makanan yang aku berikan, aku berfikir. Bagaimana bila besok tidak seperti ini, malam ini hatiku gelisah aku takut aku diambai allah, tapi aku mulai sadar inikah namanya ajal menjemput. Akhirnya aku memutuskan aku tidur duluan karena air mataku hampir datang menemuiku. Malam ini aku tidur dengan lelap, aku bermimpi di beri hadiah baju putih yang indah dan aku saat itu diundang di rumah yang besar dan indah yang berpagar putih biru putih aku pun terbangun dan sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul setengah lima dan waktunya untuk sholat subuh. Aku bangun dan mengambil air wudhu untuk bersiap-siap sholat subuh. Selesai sholat aku belajar dan mandi bersiap-siap sekolah. Saat aku mau berangkat sekolah ibu memanggilku.

“Tya sarapan dulu?”teriak ibu

“Udah siang bu?” jawabku

“Wong, masih jam enam, kamu nglindur ya?” tanya ibuku dengan tawaan mengajakku sarapan.

“Hehehe,,,,maaf” kataku sambil tertawa terbahak-bahak.

Selesai makan pagi, aku berangkat sekolah dengan adikku. Di jalan adikku membaca buku dan diam tanpa kata, aku dijalan sempat memanggil teman-temanku yang lewat

“Mbak kayak orang gila aja” gurutu adikku

“Kan plend jadinya begini ini” jawabku

“Aduh parah ni orang” kata adikku

“Udah diem gue mau presentasi dulu” kataku dengan senyum.

Sampai sekolahan aku langsung nempatin sepeda di tempat sepeda dan aku dan aku langsung menuju kelas untuk bertemu teman-temanku karena aku punya fling hari ini bukan hari baik buat gue. Di sekolah aku berbincang-bincang dengan temanku, dan tertawa bersama.

“Bagaimana kalau nanti kumpul dirumah tya?”kata ita

“Gue nggak bisa bro!” sahutku

“Wah kenapa” tanya lia

“Biasa ligue gitu” kataku

“Okelah ngak papa.”sahut ita

“Li gue punya sesuatu buat loe” kataku

“Tumben loe” kata lia

Akupun memberikan sandal yang aku beli untuk lia

“Tri makasih ya?” kata lia

“Udah nggak papa kalo loe kerumah gue loe pakek ya” kataku

“Ok bos siap” jawab lia

Bel masuk pun berbunyi akupun kembali ke tempat dudukku. Pelajaran pun dimulai, tapi hari ini aku nggak mut buat belajar, Aku hari ini ingin menyusun proposal untuk pengamatan ku nanti siang. Aku sudah memutuskan kalau aku melakukan pengamatan ini sendiri dan tanpa teman bahkan keluargaku yang tahu. Selintas fikiran melintas di benakku,

“Mungkinkah hari ini percobaan pengamatan yang baik ?” tanyaku dalam hati.

Aku merasa takut untuk menjalankan keinginanku ini, tapi hatiku menguatkanku agar aku, melangkah dan meneruskan ini semua. Bel pulang telah berbunyi, seneng banget rasanya bisa langsung pulang. Dan tanpa satu kata patahpun, aku pulang kebetulan aku pulang barengan dengan Aji, nggak tau gimana rasa senengnya hari ini.

“Ya aku duluan” kat aji saat aku turun dari montornya

“Makasih ya” katakku

“Oh sama-sama yank” kata aji lalu putar balik pulang ke rumahnya.

“Ajie....aku sayang kamu” kataku dalam hati.

Siang ini aku akan melakukan pengamatanku seneng banget, tapi ada rasa takut dan rasa tidak percaya, kalau hal ini berhasil. Sebenarnya ini sih bukan tugas sekolah, tapi nggak atau deh kenapa gue seneng banget. Udah jam 1 siang waktunya gue barangkat. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menghalangiku, aku ditabrak oleh mobil merah dan aku terpeleset sampai kepalaku terbentur pohon dan pendarahan besar terjadi di kepalaku.

“Tolong ibu bapak tolong?” teriak orang yang menabrakku

“Ada apa ini” teriak orang-orang panik

“Tolong masukkan ke dalam mobil saya pak”kata orang itu

“Tolong-tolong” teriakku dengan keras, tapi orang disekitarku tidak merespon dan hanya diam.

Saat sampai dirumah sakit aku diperiksa oleh dokter perempuan yang cantik. Tapi sayang dokter ini bodoh dokter itu menyatakan kalau aku sudah mati pada hal aku berdiri disampingnya dan berkata

“Dokter cantik aku baik-baik saja”.

Dokter itu tidak merespon, saat aku dibawa pulang aku kaget bahkan aku menangis, aku sadar aku telah mati, saat aku masuk ke rumah aku sakit hati melihat adikku menangis di samping jasadku, dan paling yang tidak aku kuati ayahku menangis di samping jasadku aku dekati ayah, aku panggil

“Ayah-ayah jangan menangis, tya nggak apa-apa kok”kataku

Tapi kenapa ayahku tidak menoleh sedikitpun kapadaku hatiku sakit, akupun masuk kedalam kamarku dan kulihat ibu,lia,ita,eks dan aji sedang menangis bersama-sama, aku berjalan tertatih-tatih untuk memeluk ibuku tapi kenapa aku seperti di tarik untuk menemani jasatku, aku mencoba untuk menahan air mata dan mulai tersenyum, tapi ibuku tidak bisa membuatku menahan air mataku ini, aku mencoba menghibur ibuku dari jauh, dari sini aku tersenyum manis untuk ibu.

“Ibu tya akan selalu tersenyum untukmu ibu” kataku

Tapi aku tetap sedih melihat pacarku menangis dan teman-temanku menangis

“Tya,tya kenapa kamu begini?” kata aji sambil menangis.

:aji,,”teriakku

“Tya semoga kamu tidak melupakan aku” kata lia

“Tya tetap ingatlah dengan kami” kata eks

Aku sakit hati dengan apa yang dilakukan teman-temanku, sebenarnya aku tidak senang aku seperti ini aku tersakiti, aku sakit hati, sakit fikiran dan dendam. Saat aku dimakamkan aku melihat jasadku di masukkan ke dalam liang lahat dan aku ditimbun dengan tanah. Aku senang dalam pemakamanku tidak terjadi apa-apa. Aku kembali pulang kerumah dan melihat teman-temanku terutama aji yang sangat terpukul aku mencoba menghibur tapi mereka tidak melihatku. Selama 40 hari aku terpuruk dan sendirian duduk dikamar, aku pun memutuskan pergi. Aku pun dijemput oleh seorang ibu muda yang cantik. Ibu itu mengajak aku kerumahnya dan menawarkan kalau dia mau mengadopsiku.

“Siapa namamu nak?” kata ibu itu

“Saya tya bu!” sahutku

“Kamu cantik” katanya

“Ibu siapa, kenapa mengajak saya?” tanyaku bingung

“Panggil saya ibu Markonah” katanya

“Oh, jadi ibu yang bernama Markonah?” tanyaku

“Ia anakku, kamu sekarang menjadi anakku?” katanya

“Benarkah?” kataku

“Ia kamu anak gadisku yang aku sayang sekarang relakanlah keluargamu. Dunia kita berbeda, biarkanlah pacarmu dia akan berbahagia di sana. Dan kamu akan berbahagia di sini” dia berkata dengan lembut kepadaku.

“Baiklah” kataku

Di jalan aku sangat takut, aku takut dengan apa yang terjadi di kemudian hari nanti.

“Jangan takut, kita hampir sampai rumah” kata ibu itu

“Benarkah ini pemakaman desa?” tanyaku

“Ia, tapi hidup kita ini adalah negara yang penuh dengan keindahan” ujarnya

Bertahun-tahun lamanya aku sendiri, aku ingin sesuatu seperti orang-orang yang masih.

“Ibu aku ingin sebuah montor “kataku pada ibu baruku

“Besok akan ku bawakan untukmu putriku?”katanya

“Betulkah ibu?”tanyaku tidak percaya

“Ia putriku, putriku boleh aku tanya sesuatu” kata beliau kepadaku

“Oh, tentu boleh ibu” jawabku

“Sudahkah kamu rela?” tanya ibu

“Tidak ada rela di hatiku” sahutku

“Kenapa?” jawabnya

“Lihat orang itu, dia membuat sedih teman dan keluargaku” sahutku

“Relakanlah saja putriku kamu disini telah menjadi putri idaman?” kata ibuku

“Aku tidak peduli” sahutku dengan tegas

“Sudahkah kamu punya seorang kekasih disini putriku, apakah sudah?” tanyanya dengan mata yang berbinar-binar.

“Aku tidak peduli” sahutku dengan tegas

“Sudahkah kamu punya seorang kekasih disini putriku, apakah sudah?” tanyanya dengan air mata yang berbinar-binar.

“Ibu besok ulang tahunku” kataku

“Untukmu apapun kuberikan” kata beliau

Esok hari telah tiba aku menunggu sesuatu datang dan montor itu datang juga dirumahku. Aku tidak tau bagaimana kelanjutan orang yang ada diluar sana karena alamku beda aku tidak bisa memegang montor milikku. Kami keluarga “NDEPOK” sering membuat keanehan dan membuat onar warga. Panas semalam terik, aku mendapat surpize dari teman-teman hantuku sesuatu yang indah yaitu gaun yang halus dan lembut juga aku mendapat karangan bunga kenanga yang indah bercampur melati putih yang indah. Saat aku duduk di makamku, pacarku aji datang dengan teman-temanku, aku sayang mereka semua, aku bahagia sekali aku juga sangat berterima kasih saat itu aji berkata

“Tya aku tidak melupakanmu” katanya air mataku mengalir deras. Ibuku datang rasanya aku sangat senang, walaupun kami berbeda dunianamun aku sangat senang sekali. Mungkin ini hari yang membahagiakan bagiku, aku sangat bersyukur sekian lama dan sekian tahun aku menunggu hari bahagia, hanya hari ini kebahagiaan itu datang menghapuskan air mata kepedihan dan air mata itu berganti menjadi air mata bahagia. Tapi itu semua tidak membuat aku jera dan takut karena aku putri yang cantik, keluargaku terpandang di “NDEPOK” ini dan aku putri yang cantik.

“hihihihi....” Aku senang.

Malam ini malam jum’at aku akan jalan-jalan di sana-sini.

“Ibu Marokah” teriakku

“Lihat Ibu, lihat mereka” ajakanku

“Selamat nak, mari kita buat sesuatu” katanya,

“Apa bu” tanyaku

“Duduklah di dekat mereka” kata Ibu

“Nggak mau” kataku

“Ya sudah” katanya

Mereka semuapun pergi pulang aku sangat senang dan untuk merayakan itu semua aku dan teman-temanku nongkrong di gerbang sama-sama. Malam pun datang, aku dan teman-teman mulai bersiap.

“Hoe ada tukang bakso” kataku

“Biarin” jawab teman hantuku

“Kalian mau?” tanyaku

“mau” jawab teman-teman serentak

“OK, gampang” sahutku

“Bang bang beli donk?” teriakku.

“Makan neng ya?” sahut tukang bakso itu

“Loh jam 10 malam kok masih disini?”tanya tukang bakso

“Kan nungguin abang, laper bang?” kataku

“Oh OK kalau gitu” jawab tukang bakso

Kampiun makan bakso bersama, kami memang hantu-hantu yang sering bikin onar.

“Bang makasih ya” kataku. Sambil membayar dan juga sengaja menjatuhkan uangku agar penjual itu tau siapa aku karena kakiku tidak menyentuh tanah. Benar dugaanku orang itu lari terbirit-birit ketakutan. Aku sangat senang sekali, dan tertawa-tawa. Aku memang seorang hantu, maklum.

“Hei putri kamu pintar” Puji genderuwo

“Biasa gue kan anaknya Ibu” sahutku

Udah hampir pagi kampiun pulang kerumah, besok aku akan jalan jalan

“Dari mana?” tanya Ibu marokah

“Makan bakso” sahutku

“Putriku kapan kamu akan menikah, ibu ingin kaupunya pendamping” kata ibu pelan padaku

“Aku mau mencari tapi dia masih hidup” kataku

“Jangan pacarmu sudah punya yang lain” kata Ibu

“Kalau begitu saya tidak akan punya pasangan, tapi saya akan membuat semuanya kacau” kataku

“OK Ibu ikut kamu” kata Ibu

Malam jum’at pun tiba, aku jalan-jalan ke kuburan-kuburan yang angker dan danyang-danyang yang ada di8 sekitarku, dengan harapan mereka mau membuat onar tiap kali ada kesempatan. Ternyata usaha ku berhasil, aku dan semua yang ada telah bersatu dan yang terakhir aku lakukan. Aku menjelma menjadi manusia untuk membeli tewel dan daging untuk pesta malam ini, seperti biasa di alam ku senang-senang, di tempat manusia ke bingungkan dan ketakutan.

“hihihihi” aku emang putri Ndepok yang cantik

"SELESAI"

Oleh : Winarsih Juwita Mutiara Utami

Kelas : VIII D

No : 40

tia

tia

adiik kandung GUE

adiik kandung GUE

palen"akkku

palen"akkku

tja" okkk

tja" okkk
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme