free counters

ARTIEL PENYKIT HERPES

1. Harpes

Copyright 2008 AnneAhira.com

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Harpes merupakan infeksi kulit kelamin yang disebabkan virus yang ditularkan melalui

hubungan seks. Terkadang ditemukan juga pada mulut penderita karena yang
bersangkutan melakukan oral seks dengan penderita herpes.
A. Penyebab
Terinfeksi virus herpes simplex (VSH)
Ada dua tipe VSH:

1. Tipe 1

2. Tipe 2

Keduanya berpotensi untuk menginfeksi anus, lidah, rongga mulut, bibir, dan wajah.
Infeksi yang terjadi di bibir atau wajah akan disertai dengan demamm. Jenis virus dapat
diketahui di mana terjangkitnya.
B. Tubuh yang terinfeksi

Pada wanita : daerah genital; vulva dan lubang masuk vagina

Pada lelaki : pangkal penis, kuncup penis, batang penis, dan testikel

Selain di daerah tersebut, infeksi juga dapat terjadi di anus.
C. Gejala-gejala
1.Satu atau beberapa lepuh yang sakit berisi air pada kulit alat kelamin, baik laki-laki

maupun perempuan, juga di anus, pantat, dan paha.

2.Lepuh kecil sewaktu-waktu akan pecah dan membentuk luka terbuka

3.Dapat kering dengan sendirinya dan meninggalkan keropeng
Luka yang ditimbulkan herpes dapat bertahan sampai 3 minggu atau lebih, yang
disertai demam, gatal, dan pembesaran pada kelenjar limfa. Perempuan yang
menderita herpes akan mengalami kesulitan saat mengeluarkan air seni. Virus herpes
akan tetap berada di tubuh meskipun gejala penyakit sudah menghilang. Biasanya
lepuhan akan kambuh pada tempat yang sama, beberapa minggu sampai tahu-tahun
berikutnya dengan rasa nyeri dan jumlah yang relatif berkurang. Namun selanjutnya

akan sembuh dengan sendirinya.
E. Pengobatan
Belum ditemukan obat yang tepat untuk mengatasi herpes. Untuk mengurangi efek
yang
ditimbulkan penyakit herpes, jagalah kebersihan pada daerah infeksi dan jangan
berhubungan seks sekalipun dengan kondom. Bersihkan tangan sesering mungkin dan
jangan menyentuhluka herpes tersebut. Hati-hati virus ini dapat menulat pada mata jika
diusapkan ke mata sesudah bersentuhan dengan luka herpes.
F.Peringatan
Jika seorang wanita melahirkan dengan riwayat menderita herpes genital sebelumnya,
bisa dipastikan bayi yang dilahirkan juga terkena herpes. Anda harus memberitahukan
bidan dan dokter yang membantu persalinan agar dapat melindungi mata bayi Anda dari
virus herpes genitaltersebut.
G. Fakta-fakta tentang penyakit herpes

1.Ada dua macam herpes, herpes yang menyerang rongga mulut (oral herpes) dan

herpes yang menyerang organ kelamin (genital herpes)

2.Menurut hasil penelitian di Amerika Serikat, sekitar 50-80% orang dewasanya

terjangkit oral herpes, yang disertai demam tinggi

3.Satu diantara lima orang dewasa di Amerika Serikat terjangkit genital herpes. Seringkali mereka tidak menyadari Herpes menyebar genital ke genital atau oral ke genitalsaat melakukan kontak seksual


"TUGAS AKHIR SEMESTER"


Alur

1. Angin sepoi-sepoi hampir menidurkanku

2. Cerita yang sangat membuatku tertarik

3. Firasat-firasat aneh

4. Hati yang gundah karena mimpi

5. Kesetiaan dengan temanku

6. Kecelakaan yang membawa hidupku

7. Kesedihan dan kesendirian didalam alam yang lain

8. Ibu Martokah yang baik

9. Rumah yang sangat indah

10. Teman yang sangat baik tapi menyenangkan

11. Keanehan yang terjadi di alam manusia

12. Kejailan yang sangat lucu

13. Persatuan yang sangat indah

14. Pesta hantu yang menarik

Perkenalkan nama saya Tya jwita mutiara ulami, Saya biasa dipanggil Tya, kisah ini berawal dari.

Hai nama saya Tya Jwita Mutiara aku kelas 8 Smp Negri di kotaku. Angina yang berhembus sepoi-sepoi membuatku semakin belah tiduran di lantai ruang keluargaku. Saat itu aku mendengar suara ayah, ibu dan nenekku sedang berbicara di ruang atas. Aku naik ke atas menghampiri mereka.

“Yah, buk” Kupanggil ayah ibuku.

“Iya ibuk disini” Sahut Ibukku.

“Darimana kamu?” Tanya ayahku.

“tiduran yah” jawbku.

Soal aku bergabung dengan mereka, aku mendengar cerita meraka tentang pemakaman desaku. Yang katanya ayahku itu sering terjadi hal-hal aneh. Tapi aku tidak takut lagi hanya penasaran saja yang ada di dalam hatiku. Ku dengar-dengar ada yang membeli montor di pemakaman itu, dan ada yang mendatangakan sayur- sayuran, yang aneh saat membeli itu alamatnya lengkap, dan uang yang diberikan uang sungguhan. Ingatanku kembali mengingat kejadian dulu kala, soal ada penjual aquarium yang bertanya alamat kerumahku,

“hi….serem” kataku.

Cerita-cerita itu membuatku takut, dan bulu kuduku merinding, akupun keluar ke teras, dan kulihat dari rumahku betapa megah pagar biru yang berdiri tegak diselatan.

“dari atas sini indah sekali pemakaman desaku” Kataku sambil memandangi pemakaman yang terlihat megah dan indah.

Ku b ayangkan dengan penuh tanda tanya ,” kok bias hantu-hantu membeli barang-barang itu?

Kulihat dengan penuh pengamatan yang sangat focus, pagar biru putih yang sangat indah kubayangkan sebagai pagar rumahku yang indah, dan menurutku itu adalah pemakaman yang indah dan pemakaman yang berkelas tinggi.

“tapi kenapa kok aneh..? “ pertanyaan yang belum aku tahu jawabanya.

Saat aku asik berfikir tiba-tiba ayahku memanggilku.

“sini makan dulu” kata ayahku.

“Ah. Ayah nanti aja deh aku masih mikir nih” kataku.

“sok malu, padhal mau’ kata adikku.

“ O.. tidak “kataku.

“Hnzz diam” kata ibu

“kamu mikir apa?” tanya ayahku

“Kok bisa ya pemakaman desa kita seperti itu yah?” tanyaku.

“O jadi kamu mikir itu” kata ayah

“iya” kataku

Lalu ayahkupun menceritakan kalau dulu sudah hampir 50 tahun ada salah satu makam warga yang bernama almarhumah Sarinah, beliau adalah salah satu orang yang terkenal sangat kaya dan angkuh. Beliau meninggal saat umur 29 tahun. Karena sakit. Jelas sekali arwah beliau belum tenang.

“Bagaimana sih yah kok begitu?” tanyaku.

“ya ayah ndak tahu itu rahasia tuhan” kata ayahku.

Malam ini aku tidak bias tidur, aku selalu membayangkan bagaimana aku bias tau sebenarnya, aku berfikir, otakkku selalu bicara dan mengajakku mencaritahu.

“Hem, aku seneng banget” kataku pada adik

“Tumben” kata adik

“Nggak tatau, eh maaf ya” kataku pada adikku.

Aku ketawa dan pergi dari kamar menuju ruang makan bersama ayah dan ibuku yang kebetulan mereka baru pulang dari rumah nenek.

“Yah udah jam 11 malem” kataku

“Kamu belum tidur?” tanya ayah

“Laper” jawabku

“Ibu bikinin mie goreng ya?” kata Ibu.

“Nggak usah buk, ngrepotin aja, aku Cuma mau bilang maafi Tya ya kalau Tya punya salah” kataku.

Akupun berlari ke kamar adik dan tidur dengannya. Sudah pukul 12 malam aku belum tidur, aku masih sms’an dengan cowokku. Ku katakan padanya dengan bahasa yang baik.

“Maafkanlah aku, carilah yang lebih baik dariku jika sudah saatnya nanti”.

Setelah ku tunggu berapa menit sms ku tidak juga dijawab, aku tidur, aku bermimpi melihat bulan dan bi8ntang dengan cowokku dan teman-teman kesayanganku, seneng sekali aku dalam mimpi itu.

Hadiah yang aku terima adalah bunga mawar dan melati yang harum, dalam mimpiku itu adalah hari ulang tahunku. Di dalam mimpi aku memakai baju yang indah sekali dan berwarna putih, serta rambutku saat itu terlihat lurus hitam.

“Tya... Tya” Teriak Ibuku membangunkanku.

Aku pun bangun dan melihat adiku sudah berpakaian rapi dan sudah harus, karena memakai parfum.

“Ayo berangkat”, ajak adikku

“Jam berapa?” tanyaku

“Jam 6 lebih 15 menit” Jawab adikku

Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil baju seragam dan menuju kamar mandi. Aku mandi dengan cepat dan berdandan dengan cepat, karena aku terlalu tergesa gesa aku lupa membawa buku tulis. Sampai di sekolah aku disambut dengan tawaan dengan temanku.

“Hei tumben telat” kata teman sebangkuku.

“Biasa kesiangan cor” kataku dengan seyum

“Hari ini syahdu ya, apalagi tadi malam,...” kata ita

“Benar tadi malam aku juga merasakan itu”kataku dengan menebar senyum.

“Hari ini kan sabtu, akmu acaranya kemana” tanya Ita

“Aku sih dirumah aja nggak keluar” Kata Lia teman sebangkuku

“Aku sih ada misi” kataku

“Apa misimu?” tanya Ita

“Aku mau cari tau tentang pemakaman desaku” kataku

Teman-temankupun diam dan tidak menanggapi kata-kataku

Teman-temankupun tidak setuju denganku. Hem walaupun aku sedikit kecewa namun gak papalah yang penting aku tetap bisa ngehibur teman-temanku. Hari ini aku sangat pengena bertemu dengan cowokku, hari ini aku punya niat ngajak Ita. Hem pelajaran udah selesai, aku hari ini malas ke kantin, aku mau nengokin ruang komposku, yang tak terurus. Maklum sih gua aja ketuanya bodo nggak ngurusin.

“Hehehe” aku ketawa

“Seneng amat loe, pasti ada udang menyelip di batu” kata Ita

“Tau aja loe” kata ku dengan senyum

“Wah gajah makan kawat” sahut Lia

“Hem aku mau bicara hoee...” teriakku

“Hoe di kelas nih bukan sawah” kata Lia

“Gue mau minta maaf ama loe semua ya” kataku sambil berlari ke luar kelas.

Ku dengar mereka berkata aku aneh hari ini, tapi biarin aja deh, di jalan tepat di depan kelas 8 B aku dipanggil oleh Nining orang yang aku benci nggak tau, tiba-tiba dia minta maaf.

“Tya” teriak nining

“Apa lagi loe” kataku

“Sewot amt loe,,Gue cuma mau mi ta maaf ajah” katanya dengan memandangku sejenak dan masuk kelasnya.

Aku berfikir buat apa kura-kura itu minta maaf. Tapi ngak papalah yang penting aku dah ngak musuhan. Aku lanjutin lagi, jalan ku keruang kompos. Sampai di depan pintu kelihata sawi-sawi yanh kelihatan hijau.

“hmm kotor banget” kata dalam hatiku

“mbak Tyaa...? teriak indi

“apa” sahutku

“kumpul ta?” tanyaku

“ia camehere” kataku

Indipun menemani aku membersihkan ruang kompos ini,

“Hmm kok jamkosong?”tanyaku

“pulang pagi” Sahut indi

“Loh way?” tanyaku

“da rapat dinas mbak” sahuut indi

“oh...alhamdulilah deh gue bisa jalan” kataku sambil senyum-senyum

“Hmm hari sabtu jala-jalan”kata indi

“gue gitu” sahutku

Kami membersihka ruang kompos dengan pennuh pengorbanan dan canda tawa. Selesai membersihkan aku langsung berbincang-bincang dengan itu juga aku mengajak mereka ikut, aku bertemu cowokku yaitu Aji. Tapi dia tidak bisa dia pulang sekolah akan les. Tapi alhamdulilah ita bisa ikut. Kami bertigapun pulang dengan penuh canda tawa dan menyanyi-nyanyi tapi diselingi dengan tawaan yang membuat perutku kaku dan sakit.

“Huss di jalan nih peryt gue sakit tau ndengrrin kalian” kaku diselingi dengan tawaan.

“Gue duluan” kata ita sambil menyebrang jalan

“ok” kataku dan dia hampir bersamaan

Akupun meneruskan perjalanank, dan sampai dirumahku sudah ada sales motor, aku kaget

“Tya duluan ya” kata siska

“ia ok sahutku

“Assalamualaikum” kataku saat aku masuk rumah

“buk, siapa yang beli 2 motor” tanyaku

“buat kamu dan adik” sahutnya

Tanpa shutanku dan sahutan adik, adik berlari

“motor satria baru” katanya

“Apa?? Tenakku

Akupun berlari kehalaman tengahku dan mendapati sudah ada montor keinginanku. Aku bersyukur sekali, aku coba montor itu dengan rasa syukkur dan senang, tepat pukul jam 14.00 aku pergi ketempat ita untuk jalan-jalan aku todak memakai montor baru ku. Aku ketemuan dengan pacarku dan mungkin ini pertemuan terakhirku karena filingku tidak enak sekali. Akhirnya aku sampai ketempat ketemuan, kami ketemuan di alun-alun kota.

‘Hoe...”teriak Aji

“wah dia ternyata!”kata ita

“Ia” aku menyahut kata-kata wara

Kamipun berjabat tangan dan bersantai berbincang-bincang bersama-sama

“Sebdirian ya Ji? Tanya ita

“Nggak kok sama kodok?” jawab Aji sambil senyum-senyum

“Kumat” sahutku

“Majsud loe” tanya ita binggung

Akupun serentak tertawa terbahak-bahak dengan Aji

“Napo le semua ketawa?” tanya ita binggung

“Bentar dong, dia masih beli makanan”kata Aji

“Ji tulunngin gue napa?” kata kodok dan belakang kami

“Wah kalian jahat kodok itu Eki ternyata!” kata ita

“Ia emang.”sahut Aji

“Wah ada yang senenng nih” kataku

“Apa sih loe, udah gua mau berduaan nih gua mau jalan-jalan sama ita”

Sahut Eky dengan senyum

“Makanannya gimana nich?” tanya Aji

“Makan ajasendiri”sahutku

“Parah loe” sahutku dengan senyum

Niatku aku mau minta maaf dengan Aji tapi aku binggung bagaimana kalau dia marah. Aku hanya diam aja. Tapi dia malah ngajak ketawa, mgak lama aku di alun-alun kota akupun mancari Eki dan ita. Eh mereka malah jalan-jalan kemana gue ngagak tau, menyedihkan nih mereka berdua gua binggung nyari.

“jie gue capek?” kataku

“kita makan aja ya aku lapar” kata aji

“udah-udah deh aku ngikut” kataku

Enak-enak makan eky dan ita datang, aneh banget mereka memakai baju sama kayak aku sama Aji.

“Beb-beb’ kata ita padaku

“Apaan gua makan nih lapar”kataku

“Baju baru” katanya

“Hidih biarin.”sahut aji

“makan nggak loe mumpung ditraktir my pacar nih?” kataku

“sono pesen nggak sah malu”kata aji

“beneran?” sahhut Eky

“ok gue pesenin aja le\oe lama”kataku

Lagi asik ibu gue nelfon, nanya gue dimana. Hp getar-getar

“halo iduk”kataku

“kamu dimana”tanyna ibuk

“nih sama teman” jawabku

“yaudah jangan pulang malam-malam” jawab ibu dan telfonnyapun langsung dimatikan.

“ta loe dah pamit lom?”tanyaku

“udah kok” sahut Eky

“sapa yang tanya loe?”kataku dengan senyum

“udah te,tante?” kata ita

“yuk foto, kan kembar!” kata aji

“ok gua mau”kataku

“Hem bentar deh caranya?” kata Eky

“ pak-pak tolong fotoin kami donk?” kata aji kepada seoranng pelayan

“oh ya” sahut bapak itu

Seneng-senengnnya foto adzan magribpun berkumandang ajipun segera membayar dan kami segera ke musola untuk solat magrib lalu setelah solat kami nonton dan pulang deh selesai solat kami menuju tempat nonton dan kami juga sempat belanja sandal yang sama, aku juga membawakan sepasang sandal untuk Lia. Akhirnya giliran nonton kami datang, film yang kami tonton lumayan menyeramkan. Aku dan ita duduk diapit oleh 2 cowok. Senang banget bisa nonton bareng sama-sama. Tapi udah malem aji ma eky harus futsal dan aku juga ita harus pulang.Setelah selesai nonto aku dan ita pamiatan pulang duluan, dijalan kami seneng banget,aku bercerita sesuatu kepada ita.

“Gue sedih ts,sedih bsnget’ kstsku

“Lo...kenapa?” tanya ita binggung

“Gue nggak rela,tapi gue takut” kataku

“Jangan nanggis dong, masih dijalan nih”kata ita

“Makasih atas semuanya ya,jangan lupain gue” kataku pada ita

“Ah...elo dramantis banget” kata ita

“Gue nggak tahu gimana?” sahutku

Tanpa ada jawaban dari ita, aku hanya berfikir dan memikirkam kensps hstiku risau, binggung dan nggak tau gimana rasanya. Udah hampir sampai rumah ita.

“Ta,,,kamu anterin sampai sini apa sampai rumah?” tanya ita

“Sampai rumahlah masak dipertigaan sini” kataku

“Udah sampai rumahku beb, nggak mampir?” kata ita

“Udah makacih gue mau beli makanan dulu untuk orang rumah “ kataku

“Oh ya udah” sahutnya

“Aku pulang dulu ya” kataku sambil menstater montor

“OK. Hati-hati ya”teriak ita

Dari rumah ita aku langsung membeli makanan untuk oleh-oleh, aku membeli es buah dan bakso. Aku b erharap adik,ayah, ibuku senabg dengan ini semua.

“Assalamualaikum?” teriakku sambil mengetok pintu rumah

“walaikumsalam” jawab ibuku sambil membuka pintu

“Buk, maaf telat ya tokonya rame”kataku

“Oh,ia nak ngak apa-apa.”kata Ibuku

“Kamu beli apa tanya?” tanya ibu

“Ini Cuma beli makan aja” kataku sambil memberikan tas kresek yang berisi makanan itu.

Abukupun langsung memanggil ayah dan adikkuuntuk makan bersama diruang makan. Senang sekali karena ayah, ibu, dan adikku menyukai makanan yang aku berikan, aku berfikir. Bagaimana bila besok tidak seperti ini, malam ini hatiku gelisah aku takut aku diambai allah, tapi aku mulai sadar inikah namanya ajal menjemput. Akhirnya aku memutuskan aku tidur duluan karena air mataku hampir datang menemuiku. Malam ini aku tidur dengan lelap, aku bermimpi di beri hadiah baju putih yang indah dan aku saat itu diundang di rumah yang besar dan indah yang berpagar putih biru putih aku pun terbangun dan sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul setengah lima dan waktunya untuk sholat subuh. Aku bangun dan mengambil air wudhu untuk bersiap-siap sholat subuh. Selesai sholat aku belajar dan mandi bersiap-siap sekolah. Saat aku mau berangkat sekolah ibu memanggilku.

“Tya sarapan dulu?”teriak ibu

“Udah siang bu?” jawabku

“Wong, masih jam enam, kamu nglindur ya?” tanya ibuku dengan tawaan mengajakku sarapan.

“Hehehe,,,,maaf” kataku sambil tertawa terbahak-bahak.

Selesai makan pagi, aku berangkat sekolah dengan adikku. Di jalan adikku membaca buku dan diam tanpa kata, aku dijalan sempat memanggil teman-temanku yang lewat

“Mbak kayak orang gila aja” gurutu adikku

“Kan plend jadinya begini ini” jawabku

“Aduh parah ni orang” kata adikku

“Udah diem gue mau presentasi dulu” kataku dengan senyum.

Sampai sekolahan aku langsung nempatin sepeda di tempat sepeda dan aku dan aku langsung menuju kelas untuk bertemu teman-temanku karena aku punya fling hari ini bukan hari baik buat gue. Di sekolah aku berbincang-bincang dengan temanku, dan tertawa bersama.

“Bagaimana kalau nanti kumpul dirumah tya?”kata ita

“Gue nggak bisa bro!” sahutku

“Wah kenapa” tanya lia

“Biasa ligue gitu” kataku

“Okelah ngak papa.”sahut ita

“Li gue punya sesuatu buat loe” kataku

“Tumben loe” kata lia

Akupun memberikan sandal yang aku beli untuk lia

“Tri makasih ya?” kata lia

“Udah nggak papa kalo loe kerumah gue loe pakek ya” kataku

“Ok bos siap” jawab lia

Bel masuk pun berbunyi akupun kembali ke tempat dudukku. Pelajaran pun dimulai, tapi hari ini aku nggak mut buat belajar, Aku hari ini ingin menyusun proposal untuk pengamatan ku nanti siang. Aku sudah memutuskan kalau aku melakukan pengamatan ini sendiri dan tanpa teman bahkan keluargaku yang tahu. Selintas fikiran melintas di benakku,

“Mungkinkah hari ini percobaan pengamatan yang baik ?” tanyaku dalam hati.

Aku merasa takut untuk menjalankan keinginanku ini, tapi hatiku menguatkanku agar aku, melangkah dan meneruskan ini semua. Bel pulang telah berbunyi, seneng banget rasanya bisa langsung pulang. Dan tanpa satu kata patahpun, aku pulang kebetulan aku pulang barengan dengan Aji, nggak tau gimana rasa senengnya hari ini.

“Ya aku duluan” kat aji saat aku turun dari montornya

“Makasih ya” katakku

“Oh sama-sama yank” kata aji lalu putar balik pulang ke rumahnya.

“Ajie....aku sayang kamu” kataku dalam hati.

Siang ini aku akan melakukan pengamatanku seneng banget, tapi ada rasa takut dan rasa tidak percaya, kalau hal ini berhasil. Sebenarnya ini sih bukan tugas sekolah, tapi nggak atau deh kenapa gue seneng banget. Udah jam 1 siang waktunya gue barangkat. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menghalangiku, aku ditabrak oleh mobil merah dan aku terpeleset sampai kepalaku terbentur pohon dan pendarahan besar terjadi di kepalaku.

“Tolong ibu bapak tolong?” teriak orang yang menabrakku

“Ada apa ini” teriak orang-orang panik

“Tolong masukkan ke dalam mobil saya pak”kata orang itu

“Tolong-tolong” teriakku dengan keras, tapi orang disekitarku tidak merespon dan hanya diam.

Saat sampai dirumah sakit aku diperiksa oleh dokter perempuan yang cantik. Tapi sayang dokter ini bodoh dokter itu menyatakan kalau aku sudah mati pada hal aku berdiri disampingnya dan berkata

“Dokter cantik aku baik-baik saja”.

Dokter itu tidak merespon, saat aku dibawa pulang aku kaget bahkan aku menangis, aku sadar aku telah mati, saat aku masuk ke rumah aku sakit hati melihat adikku menangis di samping jasadku, dan paling yang tidak aku kuati ayahku menangis di samping jasadku aku dekati ayah, aku panggil

“Ayah-ayah jangan menangis, tya nggak apa-apa kok”kataku

Tapi kenapa ayahku tidak menoleh sedikitpun kapadaku hatiku sakit, akupun masuk kedalam kamarku dan kulihat ibu,lia,ita,eks dan aji sedang menangis bersama-sama, aku berjalan tertatih-tatih untuk memeluk ibuku tapi kenapa aku seperti di tarik untuk menemani jasatku, aku mencoba untuk menahan air mata dan mulai tersenyum, tapi ibuku tidak bisa membuatku menahan air mataku ini, aku mencoba menghibur ibuku dari jauh, dari sini aku tersenyum manis untuk ibu.

“Ibu tya akan selalu tersenyum untukmu ibu” kataku

Tapi aku tetap sedih melihat pacarku menangis dan teman-temanku menangis

“Tya,tya kenapa kamu begini?” kata aji sambil menangis.

:aji,,”teriakku

“Tya semoga kamu tidak melupakan aku” kata lia

“Tya tetap ingatlah dengan kami” kata eks

Aku sakit hati dengan apa yang dilakukan teman-temanku, sebenarnya aku tidak senang aku seperti ini aku tersakiti, aku sakit hati, sakit fikiran dan dendam. Saat aku dimakamkan aku melihat jasadku di masukkan ke dalam liang lahat dan aku ditimbun dengan tanah. Aku senang dalam pemakamanku tidak terjadi apa-apa. Aku kembali pulang kerumah dan melihat teman-temanku terutama aji yang sangat terpukul aku mencoba menghibur tapi mereka tidak melihatku. Selama 40 hari aku terpuruk dan sendirian duduk dikamar, aku pun memutuskan pergi. Aku pun dijemput oleh seorang ibu muda yang cantik. Ibu itu mengajak aku kerumahnya dan menawarkan kalau dia mau mengadopsiku.

“Siapa namamu nak?” kata ibu itu

“Saya tya bu!” sahutku

“Kamu cantik” katanya

“Ibu siapa, kenapa mengajak saya?” tanyaku bingung

“Panggil saya ibu Markonah” katanya

“Oh, jadi ibu yang bernama Markonah?” tanyaku

“Ia anakku, kamu sekarang menjadi anakku?” katanya

“Benarkah?” kataku

“Ia kamu anak gadisku yang aku sayang sekarang relakanlah keluargamu. Dunia kita berbeda, biarkanlah pacarmu dia akan berbahagia di sana. Dan kamu akan berbahagia di sini” dia berkata dengan lembut kepadaku.

“Baiklah” kataku

Di jalan aku sangat takut, aku takut dengan apa yang terjadi di kemudian hari nanti.

“Jangan takut, kita hampir sampai rumah” kata ibu itu

“Benarkah ini pemakaman desa?” tanyaku

“Ia, tapi hidup kita ini adalah negara yang penuh dengan keindahan” ujarnya

Bertahun-tahun lamanya aku sendiri, aku ingin sesuatu seperti orang-orang yang masih.

“Ibu aku ingin sebuah montor “kataku pada ibu baruku

“Besok akan ku bawakan untukmu putriku?”katanya

“Betulkah ibu?”tanyaku tidak percaya

“Ia putriku, putriku boleh aku tanya sesuatu” kata beliau kepadaku

“Oh, tentu boleh ibu” jawabku

“Sudahkah kamu rela?” tanya ibu

“Tidak ada rela di hatiku” sahutku

“Kenapa?” jawabnya

“Lihat orang itu, dia membuat sedih teman dan keluargaku” sahutku

“Relakanlah saja putriku kamu disini telah menjadi putri idaman?” kata ibuku

“Aku tidak peduli” sahutku dengan tegas

“Sudahkah kamu punya seorang kekasih disini putriku, apakah sudah?” tanyanya dengan mata yang berbinar-binar.

“Aku tidak peduli” sahutku dengan tegas

“Sudahkah kamu punya seorang kekasih disini putriku, apakah sudah?” tanyanya dengan air mata yang berbinar-binar.

“Ibu besok ulang tahunku” kataku

“Untukmu apapun kuberikan” kata beliau

Esok hari telah tiba aku menunggu sesuatu datang dan montor itu datang juga dirumahku. Aku tidak tau bagaimana kelanjutan orang yang ada diluar sana karena alamku beda aku tidak bisa memegang montor milikku. Kami keluarga “NDEPOK” sering membuat keanehan dan membuat onar warga. Panas semalam terik, aku mendapat surpize dari teman-teman hantuku sesuatu yang indah yaitu gaun yang halus dan lembut juga aku mendapat karangan bunga kenanga yang indah bercampur melati putih yang indah. Saat aku duduk di makamku, pacarku aji datang dengan teman-temanku, aku sayang mereka semua, aku bahagia sekali aku juga sangat berterima kasih saat itu aji berkata

“Tya aku tidak melupakanmu” katanya air mataku mengalir deras. Ibuku datang rasanya aku sangat senang, walaupun kami berbeda dunianamun aku sangat senang sekali. Mungkin ini hari yang membahagiakan bagiku, aku sangat bersyukur sekian lama dan sekian tahun aku menunggu hari bahagia, hanya hari ini kebahagiaan itu datang menghapuskan air mata kepedihan dan air mata itu berganti menjadi air mata bahagia. Tapi itu semua tidak membuat aku jera dan takut karena aku putri yang cantik, keluargaku terpandang di “NDEPOK” ini dan aku putri yang cantik.

“hihihihi....” Aku senang.

Malam ini malam jum’at aku akan jalan-jalan di sana-sini.

“Ibu Marokah” teriakku

“Lihat Ibu, lihat mereka” ajakanku

“Selamat nak, mari kita buat sesuatu” katanya,

“Apa bu” tanyaku

“Duduklah di dekat mereka” kata Ibu

“Nggak mau” kataku

“Ya sudah” katanya

Mereka semuapun pergi pulang aku sangat senang dan untuk merayakan itu semua aku dan teman-temanku nongkrong di gerbang sama-sama. Malam pun datang, aku dan teman-teman mulai bersiap.

“Hoe ada tukang bakso” kataku

“Biarin” jawab teman hantuku

“Kalian mau?” tanyaku

“mau” jawab teman-teman serentak

“OK, gampang” sahutku

“Bang bang beli donk?” teriakku.

“Makan neng ya?” sahut tukang bakso itu

“Loh jam 10 malam kok masih disini?”tanya tukang bakso

“Kan nungguin abang, laper bang?” kataku

“Oh OK kalau gitu” jawab tukang bakso

Kampiun makan bakso bersama, kami memang hantu-hantu yang sering bikin onar.

“Bang makasih ya” kataku. Sambil membayar dan juga sengaja menjatuhkan uangku agar penjual itu tau siapa aku karena kakiku tidak menyentuh tanah. Benar dugaanku orang itu lari terbirit-birit ketakutan. Aku sangat senang sekali, dan tertawa-tawa. Aku memang seorang hantu, maklum.

“Hei putri kamu pintar” Puji genderuwo

“Biasa gue kan anaknya Ibu” sahutku

Udah hampir pagi kampiun pulang kerumah, besok aku akan jalan jalan

“Dari mana?” tanya Ibu marokah

“Makan bakso” sahutku

“Putriku kapan kamu akan menikah, ibu ingin kaupunya pendamping” kata ibu pelan padaku

“Aku mau mencari tapi dia masih hidup” kataku

“Jangan pacarmu sudah punya yang lain” kata Ibu

“Kalau begitu saya tidak akan punya pasangan, tapi saya akan membuat semuanya kacau” kataku

“OK Ibu ikut kamu” kata Ibu

Malam jum’at pun tiba, aku jalan-jalan ke kuburan-kuburan yang angker dan danyang-danyang yang ada di8 sekitarku, dengan harapan mereka mau membuat onar tiap kali ada kesempatan. Ternyata usaha ku berhasil, aku dan semua yang ada telah bersatu dan yang terakhir aku lakukan. Aku menjelma menjadi manusia untuk membeli tewel dan daging untuk pesta malam ini, seperti biasa di alam ku senang-senang, di tempat manusia ke bingungkan dan ketakutan.

“hihihihi” aku emang putri Ndepok yang cantik

"SELESAI"

Oleh : Winarsih Juwita Mutiara Utami

Kelas : VIII D

No : 40

SMPN 1 BOYOLANGU

SMPN 1BOYOLANGU .adalah sekolah dimana aku menuntut ilmu tingkat smp.di smp aku senang karena aku mendapatkan berbagai pengalaman karena extra yang aku ikit.sekolahku adalah sekolah ADIWITA yang indah dan permai .aku senang sekli sekolah di sini .trimakasih SMP 1BOYOLANGU .
Di smp aku berada di kelas plus.aku senang berada di kelas plus klas yang penuh dengan kegiatan dan pnuh dengan keceriyaam. Teman”ku samgat baik dan nkal”aku senang sekolah disini dan masuk kelas plus.,
i love you.

untuk mengetahui informasi tentang kelas saya klik di sini Kelas plus.doc tya.doc

tugas bahasa indonesia


A. Alur
Berdasarkan hubungan tersebut, setiap cerita mempunyai pola
alur sebagai berikut:

a. perkenalan keadaan;
b. pertikaian/konflik mulai terjadi;
c. konflik berkembang menjadi semakin rumit;
d. klimaks;
e. peleraian/solusi/penyelesaian.

B. Penokohan
Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan tokoh cerita, baik
keadaan lahir maupun batinnya termasuk keyakinannya, pandangan
hidupnya, adat-istiadat, dan sebagainya. Yang diangkat pengarang
dalam karyanya adalah manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu,
penokohan merupakan unsur cerita yang sangat penting. Melalui
penokohan, cerita menjadi lebih nyata dalam angan pembaca.
Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak
tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual.
Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung
melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek,
baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara
tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan
tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan,
dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh
juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara
tidak langsung. Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat
disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu
kepada tokoh.

C. Latar
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat,
dan latar suasana. Latar waktu adalah waktu (masa) tertentu ketika
peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar tempat adalah lokasi atau
bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
dalam cerita. Suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang
berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya
bersamaan dengan jalan cerita. Suatu cerita menjadi menarik karena
berlangsung dalam suasana tertentu. Misalnya, suasana gembira,
sedih, tegang, penuh semangat, tenang, damai, dan sebagainya.
Suasana dalam cerita biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh
utama. Pembaca mengikuti kejadian demi kejadian yang dialami tokoh
utama dan bersama dia pembaca dibawa larut dalam suasana cerita.
sumber:Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI SMA/MA

Hari Pertamaku Menjadi Hantu

kuburan masih basah

Bau anyir membungkus udara.

Semilir angin meniup menerbangkan sisa kelopak bunga kamboja di atas kuburannya.

Sekarang tepat jam 12 malam.

Dan para tetua kuburan berkumpul. Seorang hantu yang nampak dituakan, muncul dari keramaian. "Siapa namamu nak?" katanya. Jari telunjuknya mengarah ke Waginah.

"Saya Waginah, saya mati karena diperkosa dan dibunuh oleh Preman Pasar Kembang." ujar Waginah.

Kenapa kamu sampai diperkosa?

"Mungkin karena saya cantik dan sexy jadi mereka ngiler melihat saya" jawab Waginah.

"Mbah sendiri siapa?" waginah balik nanya.

"panggil saya roy..".

saya tetua disini. Penguasa kuburan ini, dulu saya mantan preman pasar kembang, tewas dikeroyok polisi.

"kapan mati?" tanya waginah.

"8 windu yang lalu ", jawabnya.

"simbah tapi masih oke nih.." kata waginah sambil mengerlingkan sebelah mata.

"Ah ternyata Waginah genit, paantas saja dia mati diperkosa orang" batin Mbah Roy.

"tapi bener looohh. mbah masih oke..." kata waginah lagi.

"mosok iyya tho aku masih oke? lha wong kepalaku bolong gini lhoo.." jawab mbah roy.

Tiba-tiba muncul nafsu dalam tubuh translusen Mbah Roy untuk memperkosa hantu molek itu.

Lalu dia mengajak hantu waginah untuk mengikutinya kesebuah ruangan khusus.

Waginah mau-mau saja, dipikirnya ia akan register ke surga.

namanya juga baru hari pertama jadi hantu. masih polos.

Oh...Waginah yang malang.

Setelah berada didalam kamar, dengan sigap Mbah Roy menarik Waginah kedalam pelukannya.

Waginah tersadar akan yang sedang terjadi, "tidak, saya tidak mau diperkosa lagiii".

Ternyata, memperkosa dalam lingo perhantuan adalah insiasi menghantui manusia. Mbah Roy hanya memasangkan kostum hantu yang cocok buat Waginah.

Waginah didandani seseram mungkin agar dia bisa balas dendam kepada orang yang telah memperkosa dan membunuhnya.

"Tapi tapi tapi!!" Teriak Waginah. "AKu ndak tau siapa yang membunuhku!".

"Aku ada ide, kamu akan aku dandani selayaknya warga sarkem. Kamu hanya perlu menunggu pemerkosa itu, dia pasti sering ke sarkem", lanjut simbah.

"Baiklah mbah" angguk Waginah manja.

"ternyata otak simbah encer, pantas saja simbah menjadi ketua hantu sini..." puji Waginah kepada Mbah Roy.

"eh mbah..klo dibayar itu diperkosa bukan?" tanya waginah ragu2.

"Lihat-lihat bagaimana bayarannya juga" ujar Mbah Roy.

"Emang dibayar berapa ?" Tanya mbah Roy.

"Seehari-semalam hanya dibayaar Lima Puluh Ribu Rupiah Mbah" ujar Waginah.

"wah..itu sih perbudakan..bukan pemerkosaan" jawabnya.

"Akh kamu murahan Waginah." seru mbah Roy lagi.

"Karena itulah saya protes, lalu orang itu menikam aku dengan sebilah pisau yang diambil dari tas bawaannya" timpal Waginah membela diri.

"Lalu pisau tajam itu mendarat tepat di perut saya, darah merah segar bercucuran lalu entahlah ketika saya sadar saya sudah berada disini." kata Waginah lagi.

Tampang Mbah Roy terlihat ngeri mendengarkan cerita itu.

Diapun melirik usus yang terburai keluar dari perut Waginah bekas tikaman Preman itu.

Bekas tusukan itu ternyata tembus sampai ke punggung.

Mbah Roy bergumam .... "Sundel Bolong".

"Jadi bagaimana saya bisa mengenali pemerkosa saya mbah? masak saya harus nunggu dia mbayar dulu" tanyanya.

kamu kenali aja siapa yang bawa tas, atau yang menawar kamu 50 ribu. berdandan begini , kamu layak lah 350 ribu, ujar mbah.

Waginah mengangguk.

Di pasar kembang, gang kucing no. 13.

di depan salon mbak dewi, waginah mangkal.

masih jam 10 malam, sepi.

Dengan sabar dia menunggu sosok lelaki yang telah membunuhnya.

samar-samar dia mengingat ciri-ciri nya...

bertopi. .

Kulit hitam....

Bermata sipit.

hanya itu yang bisa dia ingat..tidak lebih.

Datang pemuda tampan berdandan necis menunggangi Honda Grand menghampiri Waginah.

Dia memang tampan, tapi sayang ..... bukan dia yang aku tunggu.

kulitnya kurang hitam.

dan dia tidak bertopi, apalagi matanya sangat lebar.

Kuacuhkan saja pria itu.

Pria kedua lewat, kali ini kulitnya lebih gelap.

lagi-lagi dia tidak bertopi dan bermata lebar.

Peria ketiga lewat, tetapi...

Kulitnya tidak gelap, matanya pun tak sipit, tapi sungguh gagah dan enak dipandang, aku terdiam bingung.

Pria itu mulai mendekat, berniat menawar.

Waginah bimbang, dia semakin mendekat dan sekarang berada tepat dihadapannya.

"Lagi mens mas!" jawab Waginah kalem.

"Siyall", ketusnya berlalu.

Waginah mendengus sedikit kesal karena harus membiarkan pria tampan itu berlalu.

"Kalo lagi dapet jangan disini, pergi sana yang jauh" keluh lelaki tersebut.

Waginah menyadari kalau ngeles-nya kurang cerdas.

Dipanggilnya pria tadi "Masss.... sini!".

"uhmm..mas berani nawar berapa?" tanya waginah.

Waginah tidak dapat menahan godaan ketampanan hidung belang tadi. Pertahanannya ambrol.

"Gak sudi, kamu lagi dapet ..... Aku takut terkena penyakit" ujar Mas tadi.

"Ngga kok, aku ngga dpet. Tadi boong", katanya.

"kan bisa pake pelindung mas" goda Waginah.

"gak ah..males" pria itu tetap pergi.

"Gratis deh mass!" pinta Waginah.

"itung-itung penglaris" pintanya lagi.

Namun pria itu malah melengos pergi. Waginah kesal dibuatnya.

"Sok ganteng", umpat Waginah.

Tak lama berselang, waginah melihat sosok laki-laki yang sepertinya tidak asing didalam ingatan.

"Dia orangnya!" teriak Waginah keras-keras.

Akhirnya datang juga.

Dibenarkan tata rambutnya, mengeluarkan make-up dia berdandan kembali, tak lupa dia menyemprotkan minyak wangi penambah pemikat.

Minyak nyong-nyong pemikat dari mbah Roy.

"Hai gantenggg...... mau berkencan denganku?" seru Waginah sambil mengerlingkan sebelah matanya nakal.

Dengan pakaiannya yang minim dan sexy, terlihat sepasang bukit kembar itu menyembul segar. Pria itu tergoda.

BErgegas laki-laki itu mempercepat langkahnya mendekati Waginah.

Waginah mesam mesem manja.

Setelah dekat laki-laki tersebut mengkerutkan wajahnya, "sepertinya wanita ini tak asing bagiku...".

"Kita pernah ML sebelumnya?" tanya pria itu.

"Masnya nakal......" ujar Waginah sambil mencubit pinggang laki-laki tertsebut.

"Iya memang mau nakalin kamu" kata pria itu.

"Ih, mas nya bisa aja deh", balas waginah.

Si Mas tersebut rupanya sudah keburu napsu, dia main tubruk saja dengan hantu Waginah.

"Ahhh.. si mas, jangan gitu dong. Malu nih kita masih di jalan,"sergah Waginah.

"Mending kita ke hotel situ aja yuk, semalem cuman 40 ribu lho. Udah dapet sarapan pula", lanjut waginah.

"Dapet sarapan? Apa? Gudeg atau roti apik isi daging?" tanya Si Mas.

"Yah untuk Si Mas, pasti spesial deh pake plus plus," jawab Waginah sambil mengerlingkan mata.

"menu nya ganti2 seh, tapi yang jelas 5 sempurna kok." Ujar waginah sambil melirik dada nya.

Tanpa basa basi, pria tersebut langsung menarik tangan Waginah. Mereka masuk ke hotel yang dimaksud.

"Eit sabar dulu donk mas. Kita perjelas dulu nich itung2an tarif nya", Ujar Waginah menahan langkah pria itu.

"Matamu !!!, ups maaf. Mas jangan kelewatan gitu donk nawarnya", balas waginah sedikit geram setelah pria itu cuman memasang harga 10.000.

"lha piro mbak.. ojo larang larang.. penglaris kie.."lanjut pria itu.

"Saya biasa 350 mas. 3 Jam. Boleh ngga pake pengaman lho. klo mau sampe pagi, beda lagi itungannya".

"walaahh.. lha kok koyo nDePe Supra Pit wae to mbakyu.. wis to pase piro..".

"Wah mase malah ndagel lho. Yowes mas, 300 mangkat wes. Wolak walik tak layani".

"Tapi bokongmu mulus ga?tiwas wolak-walik mengko tibak-e bokongmu kisut?? Rugi aku..".

"mulus mas.. bar tak kosoki watu ijo lho.." jawab waginah simbil mlotroke sabuknya sedikit.

kalo kisut duit kembali?

"cash back mas.. ndang yo ngko selak didukani pak lurah..".

"lho emang pak lurah jualan suprafit...eh maksudku bokong..eh salah lagi maksudku bosmu?".

"Udah ah ... sehari-semalam Lima Puluh Ribu Rupiah saja. Gimana setuju?" ujar pria itu. Mendengar kata ditawar lima puluh ribu sehari semalam, Waginah langsung ingat peristiwa dulu itu.

Peristiwa ketika dipinggir rel kereta, dimalam yang gelap dan penuh nyamuk.

Saat itu ia dijanjikan 500 ribu cash . . plus ditraktir makan sate kambing. Tapi ternyata tidak dipenuhi.

Merasa telah menemukan orang yang selama ini dicari, tanpa pikir panjang lagi Waginah menyanggupi. "Yowes gak papa, demi kamu yang spesial malam ini," ujarnya dengan penuh tipu muslihat.

Waginah naik ke motor si hidung belang, lalu mereka berdua melaju menembus kesunyian malam.

"Stop mas, disini saja. Kayaknya lebih asyik daripada di hotel".

pria hidung belang itupun terkejut ketika Waginah meminta berhenti di...

pinggiran rel kereta. Si pria menggeleng tak paham. Apa asyiknya disana. Nyamuk pun banyak luar biasa.

Waginah membuka semua baju dan pakaiannya, lalu pria itu pun dilucutinya. Teraba bagian yang keras di celananya. lalu waginah berubah menjadi serigala jahat. Hai... aku mau makan pisang, kata Waljinah. Eh, tanpa terasa, air liur pria itu menetes.....

'Inilah saat yang tepat... aku akan balas dendam dengan cara seperti ini... aku akan memperkosa dia hingga mati... hihihihihihi!' ucap Waginah dalam hati, sambil menaikkan salah satu alisnya.

Waginah langsung menjalankan rencananya.

Waginah memasang perangkapnya. disibakkannya sedikit roknya ke atas. Ini memancing si hidung belang untuk lebih bernafsu lagi.

Pria hidung belang itu pun mulai melakukan aksi liarnya terhadap Waginah. Pria itu menarik paksa baju Waginah hingga robek, dan terlihatlah....

semua harta karun Waginah yang selama ini ditutupinya... yaitu.... sebuah konde dan sebuah telur kobra!!!

di selipkan di sebuah tempat khusus rahasia.

yang tak terbayangkan dan tak terjangkau.

"Lhoh? Kok kamu nyimpen barang-barang aneh kayak gini? Memang buat apa tho?" tanya preman pasar kembang itu.a

tia

tia

adiik kandung GUE

adiik kandung GUE

palen"akkku

palen"akkku

tja" okkk

tja" okkk
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme