free counters

Hari Pertamaku Menjadi Hantu

kuburan masih basah

Bau anyir membungkus udara.

Semilir angin meniup menerbangkan sisa kelopak bunga kamboja di atas kuburannya.

Sekarang tepat jam 12 malam.

Dan para tetua kuburan berkumpul. Seorang hantu yang nampak dituakan, muncul dari keramaian. "Siapa namamu nak?" katanya. Jari telunjuknya mengarah ke Waginah.

"Saya Waginah, saya mati karena diperkosa dan dibunuh oleh Preman Pasar Kembang." ujar Waginah.

Kenapa kamu sampai diperkosa?

"Mungkin karena saya cantik dan sexy jadi mereka ngiler melihat saya" jawab Waginah.

"Mbah sendiri siapa?" waginah balik nanya.

"panggil saya roy..".

saya tetua disini. Penguasa kuburan ini, dulu saya mantan preman pasar kembang, tewas dikeroyok polisi.

"kapan mati?" tanya waginah.

"8 windu yang lalu ", jawabnya.

"simbah tapi masih oke nih.." kata waginah sambil mengerlingkan sebelah mata.

"Ah ternyata Waginah genit, paantas saja dia mati diperkosa orang" batin Mbah Roy.

"tapi bener looohh. mbah masih oke..." kata waginah lagi.

"mosok iyya tho aku masih oke? lha wong kepalaku bolong gini lhoo.." jawab mbah roy.

Tiba-tiba muncul nafsu dalam tubuh translusen Mbah Roy untuk memperkosa hantu molek itu.

Lalu dia mengajak hantu waginah untuk mengikutinya kesebuah ruangan khusus.

Waginah mau-mau saja, dipikirnya ia akan register ke surga.

namanya juga baru hari pertama jadi hantu. masih polos.

Oh...Waginah yang malang.

Setelah berada didalam kamar, dengan sigap Mbah Roy menarik Waginah kedalam pelukannya.

Waginah tersadar akan yang sedang terjadi, "tidak, saya tidak mau diperkosa lagiii".

Ternyata, memperkosa dalam lingo perhantuan adalah insiasi menghantui manusia. Mbah Roy hanya memasangkan kostum hantu yang cocok buat Waginah.

Waginah didandani seseram mungkin agar dia bisa balas dendam kepada orang yang telah memperkosa dan membunuhnya.

"Tapi tapi tapi!!" Teriak Waginah. "AKu ndak tau siapa yang membunuhku!".

"Aku ada ide, kamu akan aku dandani selayaknya warga sarkem. Kamu hanya perlu menunggu pemerkosa itu, dia pasti sering ke sarkem", lanjut simbah.

"Baiklah mbah" angguk Waginah manja.

"ternyata otak simbah encer, pantas saja simbah menjadi ketua hantu sini..." puji Waginah kepada Mbah Roy.

"eh mbah..klo dibayar itu diperkosa bukan?" tanya waginah ragu2.

"Lihat-lihat bagaimana bayarannya juga" ujar Mbah Roy.

"Emang dibayar berapa ?" Tanya mbah Roy.

"Seehari-semalam hanya dibayaar Lima Puluh Ribu Rupiah Mbah" ujar Waginah.

"wah..itu sih perbudakan..bukan pemerkosaan" jawabnya.

"Akh kamu murahan Waginah." seru mbah Roy lagi.

"Karena itulah saya protes, lalu orang itu menikam aku dengan sebilah pisau yang diambil dari tas bawaannya" timpal Waginah membela diri.

"Lalu pisau tajam itu mendarat tepat di perut saya, darah merah segar bercucuran lalu entahlah ketika saya sadar saya sudah berada disini." kata Waginah lagi.

Tampang Mbah Roy terlihat ngeri mendengarkan cerita itu.

Diapun melirik usus yang terburai keluar dari perut Waginah bekas tikaman Preman itu.

Bekas tusukan itu ternyata tembus sampai ke punggung.

Mbah Roy bergumam .... "Sundel Bolong".

"Jadi bagaimana saya bisa mengenali pemerkosa saya mbah? masak saya harus nunggu dia mbayar dulu" tanyanya.

kamu kenali aja siapa yang bawa tas, atau yang menawar kamu 50 ribu. berdandan begini , kamu layak lah 350 ribu, ujar mbah.

Waginah mengangguk.

Di pasar kembang, gang kucing no. 13.

di depan salon mbak dewi, waginah mangkal.

masih jam 10 malam, sepi.

Dengan sabar dia menunggu sosok lelaki yang telah membunuhnya.

samar-samar dia mengingat ciri-ciri nya...

bertopi. .

Kulit hitam....

Bermata sipit.

hanya itu yang bisa dia ingat..tidak lebih.

Datang pemuda tampan berdandan necis menunggangi Honda Grand menghampiri Waginah.

Dia memang tampan, tapi sayang ..... bukan dia yang aku tunggu.

kulitnya kurang hitam.

dan dia tidak bertopi, apalagi matanya sangat lebar.

Kuacuhkan saja pria itu.

Pria kedua lewat, kali ini kulitnya lebih gelap.

lagi-lagi dia tidak bertopi dan bermata lebar.

Peria ketiga lewat, tetapi...

Kulitnya tidak gelap, matanya pun tak sipit, tapi sungguh gagah dan enak dipandang, aku terdiam bingung.

Pria itu mulai mendekat, berniat menawar.

Waginah bimbang, dia semakin mendekat dan sekarang berada tepat dihadapannya.

"Lagi mens mas!" jawab Waginah kalem.

"Siyall", ketusnya berlalu.

Waginah mendengus sedikit kesal karena harus membiarkan pria tampan itu berlalu.

"Kalo lagi dapet jangan disini, pergi sana yang jauh" keluh lelaki tersebut.

Waginah menyadari kalau ngeles-nya kurang cerdas.

Dipanggilnya pria tadi "Masss.... sini!".

"uhmm..mas berani nawar berapa?" tanya waginah.

Waginah tidak dapat menahan godaan ketampanan hidung belang tadi. Pertahanannya ambrol.

"Gak sudi, kamu lagi dapet ..... Aku takut terkena penyakit" ujar Mas tadi.

"Ngga kok, aku ngga dpet. Tadi boong", katanya.

"kan bisa pake pelindung mas" goda Waginah.

"gak ah..males" pria itu tetap pergi.

"Gratis deh mass!" pinta Waginah.

"itung-itung penglaris" pintanya lagi.

Namun pria itu malah melengos pergi. Waginah kesal dibuatnya.

"Sok ganteng", umpat Waginah.

Tak lama berselang, waginah melihat sosok laki-laki yang sepertinya tidak asing didalam ingatan.

"Dia orangnya!" teriak Waginah keras-keras.

Akhirnya datang juga.

Dibenarkan tata rambutnya, mengeluarkan make-up dia berdandan kembali, tak lupa dia menyemprotkan minyak wangi penambah pemikat.

Minyak nyong-nyong pemikat dari mbah Roy.

"Hai gantenggg...... mau berkencan denganku?" seru Waginah sambil mengerlingkan sebelah matanya nakal.

Dengan pakaiannya yang minim dan sexy, terlihat sepasang bukit kembar itu menyembul segar. Pria itu tergoda.

BErgegas laki-laki itu mempercepat langkahnya mendekati Waginah.

Waginah mesam mesem manja.

Setelah dekat laki-laki tersebut mengkerutkan wajahnya, "sepertinya wanita ini tak asing bagiku...".

"Kita pernah ML sebelumnya?" tanya pria itu.

"Masnya nakal......" ujar Waginah sambil mencubit pinggang laki-laki tertsebut.

"Iya memang mau nakalin kamu" kata pria itu.

"Ih, mas nya bisa aja deh", balas waginah.

Si Mas tersebut rupanya sudah keburu napsu, dia main tubruk saja dengan hantu Waginah.

"Ahhh.. si mas, jangan gitu dong. Malu nih kita masih di jalan,"sergah Waginah.

"Mending kita ke hotel situ aja yuk, semalem cuman 40 ribu lho. Udah dapet sarapan pula", lanjut waginah.

"Dapet sarapan? Apa? Gudeg atau roti apik isi daging?" tanya Si Mas.

"Yah untuk Si Mas, pasti spesial deh pake plus plus," jawab Waginah sambil mengerlingkan mata.

"menu nya ganti2 seh, tapi yang jelas 5 sempurna kok." Ujar waginah sambil melirik dada nya.

Tanpa basa basi, pria tersebut langsung menarik tangan Waginah. Mereka masuk ke hotel yang dimaksud.

"Eit sabar dulu donk mas. Kita perjelas dulu nich itung2an tarif nya", Ujar Waginah menahan langkah pria itu.

"Matamu !!!, ups maaf. Mas jangan kelewatan gitu donk nawarnya", balas waginah sedikit geram setelah pria itu cuman memasang harga 10.000.

"lha piro mbak.. ojo larang larang.. penglaris kie.."lanjut pria itu.

"Saya biasa 350 mas. 3 Jam. Boleh ngga pake pengaman lho. klo mau sampe pagi, beda lagi itungannya".

"walaahh.. lha kok koyo nDePe Supra Pit wae to mbakyu.. wis to pase piro..".

"Wah mase malah ndagel lho. Yowes mas, 300 mangkat wes. Wolak walik tak layani".

"Tapi bokongmu mulus ga?tiwas wolak-walik mengko tibak-e bokongmu kisut?? Rugi aku..".

"mulus mas.. bar tak kosoki watu ijo lho.." jawab waginah simbil mlotroke sabuknya sedikit.

kalo kisut duit kembali?

"cash back mas.. ndang yo ngko selak didukani pak lurah..".

"lho emang pak lurah jualan suprafit...eh maksudku bokong..eh salah lagi maksudku bosmu?".

"Udah ah ... sehari-semalam Lima Puluh Ribu Rupiah saja. Gimana setuju?" ujar pria itu. Mendengar kata ditawar lima puluh ribu sehari semalam, Waginah langsung ingat peristiwa dulu itu.

Peristiwa ketika dipinggir rel kereta, dimalam yang gelap dan penuh nyamuk.

Saat itu ia dijanjikan 500 ribu cash . . plus ditraktir makan sate kambing. Tapi ternyata tidak dipenuhi.

Merasa telah menemukan orang yang selama ini dicari, tanpa pikir panjang lagi Waginah menyanggupi. "Yowes gak papa, demi kamu yang spesial malam ini," ujarnya dengan penuh tipu muslihat.

Waginah naik ke motor si hidung belang, lalu mereka berdua melaju menembus kesunyian malam.

"Stop mas, disini saja. Kayaknya lebih asyik daripada di hotel".

pria hidung belang itupun terkejut ketika Waginah meminta berhenti di...

pinggiran rel kereta. Si pria menggeleng tak paham. Apa asyiknya disana. Nyamuk pun banyak luar biasa.

Waginah membuka semua baju dan pakaiannya, lalu pria itu pun dilucutinya. Teraba bagian yang keras di celananya. lalu waginah berubah menjadi serigala jahat. Hai... aku mau makan pisang, kata Waljinah. Eh, tanpa terasa, air liur pria itu menetes.....

'Inilah saat yang tepat... aku akan balas dendam dengan cara seperti ini... aku akan memperkosa dia hingga mati... hihihihihihi!' ucap Waginah dalam hati, sambil menaikkan salah satu alisnya.

Waginah langsung menjalankan rencananya.

Waginah memasang perangkapnya. disibakkannya sedikit roknya ke atas. Ini memancing si hidung belang untuk lebih bernafsu lagi.

Pria hidung belang itu pun mulai melakukan aksi liarnya terhadap Waginah. Pria itu menarik paksa baju Waginah hingga robek, dan terlihatlah....

semua harta karun Waginah yang selama ini ditutupinya... yaitu.... sebuah konde dan sebuah telur kobra!!!

di selipkan di sebuah tempat khusus rahasia.

yang tak terbayangkan dan tak terjangkau.

"Lhoh? Kok kamu nyimpen barang-barang aneh kayak gini? Memang buat apa tho?" tanya preman pasar kembang itu.a

-TRUE STORY GITTA SESSA WANDA CANTIKA.-
(KISAH NYATA GADIS BERUSIA 13 TAHUN BERTAHAN HIDUP DARI KANKER GANAS PALING MEMATIKAN DI DUNIA)

aku2

TUHAN BOLEHKAH AKU MENULIS SURAT KECIL UNTUKMU
TUHAN BOLEHKAN AKU MEMOHON SATU HAL KECIL DARI MU
TUHAN BOLEHKAH AKU HIDUP UNTUK WAKTU YANG LAMA
TUHAN BOLEHKAN AKU ADA DI DUNIA INI UNTUK BAHAGIA..

ISTANA DALAM DUNIA KECILKU

Suara kicau burung di pagi hari, terdengar menembus langit langit kamarku. Aku masih terbaring malas untuk bangun, Namun sepertinya Matahari mulai marah padaku, karena masih saja Aku menutup mataku. Cahaya Matahari pagi itu mulai menyentuh seluruh isi ruangan di kamarku yang cukup besar. Akhirnya, Aku mengalah pada alam dan Aku harus bangun, ini kah hari dimana Aku mulai harus sekolah.

Uohhhh…. teriakku sambil menguap.

Hai sobat, kenalkan namaku Gitta Sessa Wanda Cantika. Terlalu panjang ya.. ok! Biar gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga saudara. Aku mempunyai dua kakak laki-laki, namanya juga dipersingkat saja. Panggil mereka Koko dan Kiki, Koko, kakak tertua aku sekarang telah menikah dan memberikan Aku seorang keponakan imut dan lucu loh.. sedangkan Kiki, kakakku ke-dua sibuk dengan kerajaan pendidikan dia. Anaknya rajin dan pandai sekali.. terkadang setiap aku mengalami kesusahan dalam pelajaran sekolah. Dia yang terdepan menjadi guru privateku.

Keluarga kami keluarga yang bahagia, walau Ibu dan Ayah telah bercerai namun hubungan masih terjalin dengan baik. Aku dan kedua Kakakku tinggal bersama Ayah. Ops.. tak lupa kukenalkan pahlawan dalam keluarga kami. Dia ini ada raja dari istana kami. Ayahku, teman sekaligus pacarku.. lucu ya.. eits jangan salah paham ya! Habis Ayah, walau sudah berumur tampang boleh dibilang ga jauh dari Tau ming se, bintang F-4 asal Taiwan itu loh..

Hm.. di hari ini! saatnya Aku ceritakan tentang bagian dari istana kami. Sejak kecil Aku mempunyai hobby Menyanyi dan Modeling. Ga percaya? Silakan saja lihat koleksi kamarku. Bukan sombong ya hehe. Tapi itu kan waktu kecil, sekarang Aku sibuk dengan sekolah saja kok! Masih terbayang oleh Aku, ketika Aku beberapa kali menjadi juara model di beberapa kejuaraan dan Aku juga sempat membuat album cilik. Tapi rasanya itu bagian dari masa kecil yang indah. Walau terkadang Aku masih merindukan masa masa itu.

Oh ya.. sekarang Aku duduk di bangku kelas 1 SLTP Al-Kamar, aku baru menginjak sekolah ini saat aku masuk pertengahan semester. karena beberapa masalah dalam keluarga kami, khususnya ketika perceraian orang tua. Aku dan kedua kakakku sempat memutuskan untuk berhenti sekolah. Namun akhirnya Aku rindu juga terhadap dunia pendidikan. Suatu ketika ayah mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah yayasan pendidikan. Sehingga akhirnya setelah berdiskusi kami memutuskan untuk kembali sekolah. Dan ternyata pilihan ini tidak salah.. Aku sangat bahagia karena memiliki beberapa teman yang baik dan sayang padaku.

Sobat, rasanya menjadi anak remaja adalah bagian dari hidupku saat ini. terlepas dari semua itu Aku masih berusia 13 tahun. Namun Aku juga mempunyai hobby jalan jalan ke Mal atau pun sekedar hal rahasia yang ingin Aku ungkapkan. Temen temenku suka mengeluh jika sedang berpergian denganku. Aku suka menghilang secara tiba tiba? Mereka terkadang sibuk mencari Aku kemana mana, padahal sesungguhnya Aku suka sekali menuju tempat bacaan di setiap Mal. Dari sekedar membaca komik sampe novel semua Aku suka! Makanya tak heran Aku bisa berjam-jam berdiri sambil membaca buku di sebuah kios atau toko buku.

Buat Aku pendidikan adalah segalanya. Dan segala sesuatu yang bisa aku baca untuk menambah pengetahuan otakku, selalu kulahap. Mulai dari buku Pintar sampe kamus bahasa Indonesia. Aku sih sip sip aja! Hehe. Oh ya Aku suka sekali komik keluaran jepang. Bahkan Aku bercita cita untuk menjadi penulis komik. Di sela sela waktuku, Aku selalu mengambar Manga atau tokoh kartun jepang. Entah sudah berapa banyak tokoh kartun imanijasiku terlukis di kertas fileku.

aku2

Sahabat_keke

Oh ya.. tak lupa kukenalkan beberapa Sahabat terbaikku yang selalu kukenang dan kusayangin . Mereka adalah Maya yang cantik, Syifa yang unik, Echda yang selalu bikin lucu, terus Chika yang pemalu namun ga malu-maluin. Andini yang selalu tertawa dengan kencang. Kemudian ada Nelly yang mirip Krisdayanti, Idha yang ceriwis. Githon dan Sysca yang selalu berebut hobby yang sama. Dan yang terakhir Nozia yang mirip Rei si Sailor Mars.

Kami adalah geng yang selalu bersama, susah atau senang. Duka atau tangis. Apapun kami lakukan bersama. Banyak hal yang nyaris tidak pernah kami lakukan tanpa bersama. Karena kami adalah kelompok paling ngetop dan menghebohkan di sekolah kami. Tak kalah dari geng apapun. Karena kami punya motto biar kecil tapi cabe rawit. Biar masih SMP tapi kelakuan SMU hehe.

Tak terlupa satu sisi lain yang ingin kukatakan akan perjalanan cinta. Aku pun tak bisa terlepas dari jatuh cinta. Cinta yang mungkin orang lain bilang cinta monyet. Tapi buat Aku, cukup cinta yang indah. Untuk seseorang yang kusayang. Andi, dia adalah pangeran dalam hidupku. Anugerah Tuhan yang membuat Aku serasa seperti putri dalam dongeng.

Sobat, bisakah kau merasakan apa arti dunia kecil dalam hidup kamu. Ya.. dunia kecil. Terkadang ada rasa sedih, benci dan marah. Namun terlepas dari semua itu. Dunia itu terasa indah. Bukankah setiap orang terlahir untuk memiliki dunianya masing masing. Mungkin istanaku terasa indah, namun ada pun sisi dimana Aku mulai merasa sedih. Karena Aku juga manusia biasa.

Mungkin Aku pernah bangga karena terpilih menjadi siswa terladan oleh pemerintah dan Aku sempat juga mendapatkan pelukan dari Ibu Megawati yang ketika itu menjabat menjadi Presiden. Namun Aku juga harus menghadapi sebuah kenyataan orang tuaku bercerai. Bukankah dunia itu cukup adil untuk manusia. Kebahagian dan kesedihan selalu ada dalam dunia. Apakah Aku layak mengeluh? Tidak. Aku tidak mengeluh. Aku jalanin semua dengan baik baik saja.

AIR MATA ITU MULAI ADA

Lukisan_asli_keke

Suatu ketika di hari yang tak pernah Aku duga. Ketika Aku mulai merasa ada hal lain yang mulai datang pada hidupku. Kakakku Kiki pulang dengan keadaan malu untuk dilihat, wajahnya mirip sekali dengan Ikan Mas. Aku sempat membuat lelucon akan sakit mata yang dialami oleh kakakku. Usut punya usut. Terjadi kehebohan di Kelas Kakakku. Beberapa siswa mengalami sakit mata memerah. Dan salah satuhnya adalah Kakakku.

Kuperhatikan wajah Kakakku ketika makan malam bersama. Kami sempat bercanda ria dan kukatakan pendapat Aku tentang sakit mata itu. Ada mitos yang mengatakan itu akibat mengintip. Dan kakakku terlihat malu, namun dia tidak marah karena itu hanya percandaan di meja makan.

Setelah Ayah memberikan obat mata, keadaan Kakakku mulai membaik. Beberapa hari kemudian penyakit itu menghilang. Namun ketika Aku bangun di pagi hari. Aku mulai merasa mataku terasa perih, kulihat cermin di lemariku. Astaga!! Mataku memerah. Aku tertular penyakit mata dari kakak. Mungkin karena Aku dikutuk kakak karena ejekan saat itu. Rasanya malu sekali untuk makan pagi bersama bila kakakku melihat wajahku ini.

Benar saja. Tawa kakakku terlihat senang ketika ia melihat wajahku. Untungnya Ayah sempat melotot ke arah kakak dan dia terdiam. Hal pertama yang Ayah tanyakan padaku adalah.

”gimana Keke. Sakit? Nanti pulang sekolah kita ke dokter ya!” tanya ayah dan Aku hanya terdiam karena malu.

Kejadian itu baru saja terjadi di rumah. Ntah apa yang bisa kupikirkan di kelasku nanti. Semua pasti akan menertawakan Aku. Memang hal itu terjadi. Semua murid di kelasku memandang dengan aneh , dan Aku hanya menutupin wajahku dengan tisue. Hingga temen sebangkuku Chika bertanya..

”napa loe ,ke?”tanya Chika

”mata gua.. kena tepa Kiki, aduh malu deh.!” ujarku

”ah sebodoh amet. PD aja lagi. Lagian bukan hal yang biasa kok. Kemarin kan sempet heboh heboh di Kelas sebelah juga ada yang kena!”

”oh ya kok gua ga tau ya..!”

”apa sih yang loe tau.. komik melulu sih! Tapi baguslah dengan gitu. Mereka juga ga ada yang berani katain loe.. takut ketepa haha!”

”dasar loe ah hehe!” ujarku pada Chika.

Nampaknya gosip kutukan bila meledek orang yang sakit mata, cukup ampuh untuk membuat temen temenku diam. Namun aku malu untuk bertemu Andi pacarku. Untungnya hari ini dia berhalangan hadir. Aku masih sempat mengikuti pelajaran olahraga bermain Volley. Dan ketika aku bermain volley..

”ke.. loe mimisan..!” ujar Chika yang satu tim denganku

Aku terkejut tak menyadari hidungku mulai mengeluarkan darah segar. Dan Aku pun berlari menuju toilet untuk membersihkan serta meredahkan mimisan ini. Untuk sesaat aku hanya beristirahat di ruang Unit kesehatan Siswa. Hingga menunggu mobil jemputan Ayah. Yang telah di beritahukan oleh wali kelas akan mimisanku.

Aku mulai mengeluh merasa sulit bernafas karena lubang hidung sebelah kiriku tersumbat. Melihat keadaanku Ayah mengira aku mengalami flu dan pilek. Akhirnya pulang dari Sekolah , kami langsung menuju dokter pribadi keluarga kami bernama Pak. Fendy.

Aku hanya terduduk terdiam ketika dokter mulai memeriksa mulut dan mataku melalui senter kecil. Kemudian ayah mulai bertanya tanya akan sakitku. Dokter hanya berkata ringan sambil membuat resep obat.

”obat ini diminum secara teratur selama Lima hari , bila tidak ada perubahaan saya akan buat surat pengantar ke prof Lukman di Rumah Sakit Darmais.” ujar dokter fendy

Aku dan Ayah hanya tersenyum kecil melihat apa yang dikatakan Dokter. Dugaan sementara untuk penyakitku adalah Sinus, dengan minum obat secara teratur dalam lima hari mungkin akan sembuh. Namun apa yang terjadi. Hari demi hari berlalu, Ada yang aneh dengan diriku. Mataku tidak kunjung memutih dan terus memerah. Mengeluarkan air mata dan terasa perih. Hidungku terus mengeluarkan darah dalam beberapa kali sehari. Ayah mulai khwatir dan rasanya lubang hidung sebelah kiriku terasa mati rasa.

Sesuai perintah Dr.Fendy bila dalam lima hari tidak ada perkembangan, Aku harus menuju rumah sakit rujukan. Aku sedikit terkejut dengan apa yang kulihat dan mulai merasakan ketakutan kecil. Memandang sebuah rumah sakit yang besar dan untuk pertama dalam hidupku ,aku menginjakkan kaki di rumah sakit untuk bertemu dengan seorang Profesor Lukman.

Setelah bertemu Prof.Lukman. Ayah mulai memberikan surat pengantar yang dibuatkan oleh Dr.Fendy. setelah membaca isi surat tersebut. Prof.Lukman mulai melakukan tindakan awal. Bagian dari kepalaku akan di ronsen dan ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku menghadapi sebuah alat canggih dari kedokteran. Aku hanya berujar dalam hatiku , ada apa dengna diriku. Mengapa hanya sebuah flu. Aku harus melakukan berbagai pemeriksaan.

Setelah hasi ronsen itu keluar dalam bentuk copy scenen. Prof Lukman terdiam dan terlihat berkonsentrasi memperhatikan hasil ronsen tersebut. Prof. Lukman. Hanya memandangku sekilas lalu berkata padaku.

”Keke. Bisa kamu keluar sebentar.. Saya ingin bicara dengan Ayah kamu sebentar.. pembicaraan orang dewasa!” jelas Prof. Lukman

”ok.. gapapa. Ayah.. Keke. Keluar dulu ya..!” ujarku untuk pamit.

Kenangan_terakhir_keke

Dan Aku hanya melihat Ayah masih bingung dengan permintaan Prof.Lukman padaku. Setelah itu keadaan menjadi sunyi dan Prof. Lukman mulai menghela nafas untuk memulai pembicaran dengan Ayah.

”Pak Jody..” panggil Prof.lukman pada Ayahku.

”iya.. pak, ada apa ya ! kok anak saya dari kemarin mimisan dan katanya dia susah nafas ? Apa hasil diagnosa copy scenennya pak?” tanya Ayah.

”mohon Pak Jody kuat mendengar semua ini.. !” jelas Prof.Lukman yang mulai membuat ayah sedikit takut.

”ada apa dengan putri saya pak?”tanya Ayah.

”Putri Bapak terinfeksi penyakit Rabdomiosarkoma..!!”

”hah.. rabdo…” ujar Ayah kesulitan mengulang

”penyakit ini secara luas dikatakan tergolong Kanker.!”

”Kanker……!?” Ayah terkejut

”benar Pak Jody. Putri anda terinfeksi penyakit Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak!”

”saya tidak begitu ngerti penyakit ini.. tapi bagaimana bisa?”tanya Ayah

”mohon bapak tenangkan diri sebentar..!”

”saya minta maaf untuk mengatakan kalau penyakit kanker pada putri anda adalah kanker paling ganas dalam tingkatan kanker. Kanker ini masuk stadium 3. dan perkembangannya hanya lima hari. Dan ini adalah kasus pertama dalam hidup saya melihat kejadian pada putri anda. Biasanya kanker ini hanya menyerang anak di bawah usia 3 tahun atau usia lanjut.!”

”Professor jangan bercanda. Keke itu jarang sakit.. bahkan tidak ada tanda tanda kalau dia kanker!” bela ayah

dokter hanya terdiam dan mencoba membuat Ayah yang panik untuk tenang sesaat.

”Pak Jody, inilah Rabdomiosarkoma, penyakit ini merupakan kanker ganas yang tidak memiliki tanda tanda, lain dengan seperti kanker payudara ataupun kanker stadium ringan. Kanker ini berkembang sangat cepat dalam waktu lima hari. !”jelas Prof.Lukman dan Ayah mulai menangis.

”tapi pak.. bagaimana bisa putri saya..terserang kanker begitu menakutkan seperti ini!”tanya ayah ulang

”Pak Jody. Saat ini bukanlah saatnya untuk mencari penyebab kanker ini. namun adalah saatnya untuk mengobati kanker ini agar tidak berkembang secara luas pada pasien”jelas Prof .lukman.

Ayah hanya bisa menangis dan Prof berusaha membuat Ayah tenang. Setelah kemudian keadaan mulai terkontrol. Prof mulai menjelaskan prosedur yang harus dilakukan untuk menyembuhkan Aku serta melenyapkan kanker ini. Prof Lukman mengambil copy scenen tengkorak wajahku kemudian mulai menjelaskan tindakan yang harus dilakukan.

”jadi langkah yang harus dilakukan adalah mengangkat kanker ini melalui operasi. Dan operasi yang harus dilakukan adalah memotong tulang pipi, kemudian mata, dan setengah dari wajah pasien. Boleh dikatakan putri bapak kemungkinan akan menjadi buta dan cacat”jelas Prof. Lukman

”astaga Pak, kanker itu hanya sekecil kuku, mengapa operasi harus sampe kayak gitu?” tanya Ayah kaget

”Pak Jody. Prosedur pengangkatan kanker adalah secara medis adalah seperti ini, mengenai masalah sehabis operasi, bisa dengan melakukan operasi plastik pada wajah pasien!”

”tapi pak. Anak saya adalah seorang wanita. Bagaimana dia menghadapi masa depan setelah operasi yang nyaris menghabiskan sebagian muka dia!”

”tapi ini adalah keputusan yang terbaik..bagaimanapun tidak ada pilihan lain untuk kanker Rabdomiosarkoma!!”

”apakah ada jaminan setelah melakukan operasi. Putri saya akan sembuh!” tanya Ayah dan Prof Lukman hanya terdiam

”saya tidak bisa menjamin semuanya, karena untuk kanker stadium rendah saja. Keberhasilan sembuh pada pasien sangat kecil. Apalagi dengan keadaan putri bapak, yang saya bisa katakan adalah semua kehendak Tuhan.!”

”berikan saya waktu untuk menjawab dokter. Saya harus melakukan diskusi masalah ini dengan keluarga. Dan memberikan keputusan!”jelas Ayah

”Pak Jody, remukkanlah masalah ini dengan cepat. Karena kanker ini berkembang sangat cepat!”

Ayah hanya bisa terdiam untuk beberapa saat. Sedangkan Aku mulai bosan menunggu hasil pembicaraan Ayah dengan Prof.Lukman. Untungnya ada salah satu suster yang tidak bertugas dan dia bersedia menemani Aku berbicara. Suster yang sangat ramah itu terlihat baik dan ramah padaku. Dan saat Aku mulai berbicara dengan suster. Ayah muncul dengan wajah terlihat murung.

”Ayah.. lama banget sih!!.. untung ada suster yang temenin Keke ngobrol!” jelasku

”maaf ya keke.. tadi ada hal penting yang mesti Ayah bicarakan sama Prof.Lukman.”jelas ayah

Aku tak mengerti apa yang terjadi. Namun saat itu juga ayah berlutut mengikutin tinggi badanku. Dia memandangku dengan wajahnya kemudian ia mulai memelukku. Aku merasa malu saat itu ketika suster mulai tersenyum melihat tingkah ayahku yang tak biasa.

”aduh ayah.. malu neh, kenapa sih tiba tiba gini !” ujarku

”aduh gapapa lagi Keke. Ga usah malu malu gitu. Artinya Ayah Keke sayang sama Keke.. ya akan pak!” tanya suster itu

dan Ayah hanya terdiam tanpa bicara. Kemudian kami mulai kembali ke dalam mobil. Tidak ada canda apapun didalam mobil seperti biasanya. Ayah terlihat berbeda dari biasanya. Karena rasa penasaran ayah hanya dia saja, Aku pun mulai bertanya..

”Ayah.. apa sih kata Prof.Lukman tentang penyakit Keke!” tanyaku

dan ayah hanya tersenyum kecil dan berkata..

”Keke hanya sakit flu biasa. Tidak ada yang perlu ditakutkan.. minum obat nanti juga sembuh, Keke tahan dulu ya.. !!” jelas ayah

Keke_after_sembuh

aku2

Apakah ini sebuah pernyataan yang sesungguhnya. Aku mulai merasa ada yang tidak benar. Namun Aku tidak ingin berpikir apapun, karena sesungguhnya aku lebih tahu apa yang terjadi dalam tubuh aku. rasa sakit pada hidungku mulai terasa menghambat pernafasanku. Namun aku hanya bisa bertahan untuk tidak membuat diriku seolah sakit. Aku ingin buktikan kalau apa yang Ayah katakan adalah benar..

HARI INDAH ITU TELAH DATANG

Hari indah dan harapan yang Aku nanti akhirnya telah datang. Doaku selama ini telah didengarkan oleh Tuhan. Kesabaran dan keihklasan Aku menerima semua cobaan ini telah terbayar dengan kesembuhan. Kini, Aku bisa melakukan apapun untuk hidupku yang telah hilang. Aku ingin membalas segala rasa sedih yang kualami dengan keceriaan.

LAHIR 19 JULY 1991-25 DESEMBER 2006

ALBUM PERDANA KETIKA AKTIF : ALBUM RAME RAME ANAK IDOLA

KELUARGA : AYAH DAN 2 ORANG KAKAK LAKI LAKI.

PRESTASI : 1999 ANAK TELADAN INDONESIA

BEBERAPA PENGHARGAAN : MODEL DAN MENARI

———————————————————————
Surat kecil untuk Tuhan, surat terakhir gadis remaja penderita kanker ganas.

Tuhan ..
Andai aku bisa kembali..
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku ,terjadi pada siapapun.

Cuplikan itu menjadi sedikit bait dari sebuah tulisan yang ditulis seorang remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Sebuah kanker ganas yang menyerang pada bagian wajah seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika. Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama 5 hari bila tidak melakukan operasi segera.

Hati ayah mana yang tidak hancur ketika tau jalannya operasi itu harus membuat sang putri kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan sang putri mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sang ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara. Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker.

Walau akhirnya ia tau ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.

Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan Dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya. Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya. Dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.

Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas. Ditulis oleh Agnes Davonar, buku yang penuh dengan hikmah dan ketulusan ini diberi judul ” SURAT KECIL UNTUK TUHAN” ini menjadi buku

klik di sini

lagu buuuarruuuuuuu

lagu baru
awan"ojo menek klopo,kloopo kui duwek.ekang parmin
dadi prawan ojo ngenyek joko,joko kui mengandung fitamin"
mbah painah dodolan jadah,
akeh bocah seng lali omah,pamite budal kuliah muleh"kok nggembol bocah-mulah"kok nggembol bocah
auloh-auloh-auloh

tia

tia

adiik kandung GUE

adiik kandung GUE

palen"akkku

palen"akkku

tja" okkk

tja" okkk
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme